Wall Street Terkoreksi dari Rekor, Sektor Keuangan dan Energi Tertekan Pernyataan Trump
Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange.(UNSPLASH/ADITYA VYAS)
07:48
8 Januari 2026

Wall Street Terkoreksi dari Rekor, Sektor Keuangan dan Energi Tertekan Pernyataan Trump

- Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street berakhir melemah pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026) waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi dari level rekor, seiring sejumlah sektor yang sempat menguat di awal tahun mulai kehilangan momentum.

Indeks pasar luas S&P 500 turun 0,34 persen dan ditutup di level 6.920,93. Indeks Dow Jones yang berisi 30 saham anjlok 466 poin atau 0,94 persen ke posisi 48.996,08. Kedua indeks tersebut sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di awal perdagangan. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 0,16 persen dan berakhir di level 23.584,27.

Sektor keuangan dan energi—dua sektor yang mengawali 2026 dengan kinerja kuat—mengalami pelemahan sepanjang perdagangan, masing-masing turun lebih dari 1 persen. Saham bank yang ditutup melemah antara lain JPMorgan, Bank of America, dan Wells Fargo. Di sektor energi, Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips menjadi saham yang paling tertinggal.

Di luar pelemahan saham energi, harga minyak mentah turut turun setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat. Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan bertambahnya pasokan minyak global.

“Minimnya pergerakan signifikan pada harga minyak mentah per barel, menurut kami, merupakan bentuk kepercayaan bahwa pasar masih jauh dari kondisi ketat dari sisi keseimbangan pasokan dan permintaan,” kata Keith Buchanan, manajer portofolio senior di Globalt Investments seperti dikutip dari CNBC.

“Ada risiko besar terjadinya kelebihan pasokan," tambah dia.

Meski harga minyak melanjutkan pelemahan sejak Selasa, pasar saham justru menguat pada hari perdagangan sebelumnya karena investor tampak mengabaikan kekhawatiran atas serangan AS terhadap Venezuela pada akhir pekan.

“Apa yang terjadi di Amerika Selatan tidak mengubah prospek pertumbuhan ekonomi AS dari sudut pandang pasar saham,” ujar Buchanan.

“Saya kira ada semacam sikap terlalu tenang dalam menyikapi risiko geopolitik yang menurut kami semakin meningkat, tetapi kami tidak melihat apa yang terjadi di Venezuela benar-benar mengubah arah risiko tersebut, baik naik maupun turun,” lanjutnya. “Kami merasa situasinya masih sangat rawan.”

Trump turut menambah tekanan terhadap pasar pada Rabu. Presiden mengatakan bahwa ia “tidak akan mengizinkan” perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham hingga perusahaan-perusahaan tersebut menanggapi keluhannya terhadap industri tersebut. Pernyataan itu membuat saham-saham sektor pertahanan melemah.

Tag:  #wall #street #terkoreksi #dari #rekor #sektor #keuangan #energi #tertekan #pernyataan #trump

KOMENTAR