Telah Berikan Izin Impor, ESDM: Stok BBM Shell Cs Harusnya Sudah Normal
- Kementerian ESDM telah menetapkan kuota impor BBM bagi operator SPBU swasta, diumumkan Dirjen Migas Laode Sulaeman, Senin (5/1/2026).
- Beberapa operator SPBU swasta telah mulai melaksanakan impor BBM dari luar negeri setelah penetapan kuota tersebut.
- Ketersediaan BBM di SPBU swasta dipastikan telah normal kembali meskipun besaran kuota tidak diungkapkan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan besaran kuota impor BBM bagi operator SPBU swasta. Hal itu diungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
"Sudah (mendapatkan kuota)," kata Laode saat ditemui wartawan di di Kantor BPH Migas, Jakarta pada Senin (5/1/2026).
Dengan ditetapkannya kuota, Loade mengungkap sejumlah operator SPBU swasta sudah mulai melakukan impor BBM dari luar negeri.
"Sudah (mulai impor). Berarti mulai dari sekarang," ujarnya.
PerbesarPetugas memeriksa pompa bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell, kawasan Salemba, Jakarta, Jumat (10/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]Namun demikian, Loade enggan mengungkap besaran kuota impor BBM yang ditetapkan Kementerian ESDM bagi operator SPBU swasta.
"Nanti tanya kepada SPBU swastanya. Tanya-tanya saja," kata Laode.
Terkait penambahan kuota impor SPBU swasta, Laode menyatakan bahwa angkanya mirip dengan tahun sebelumnya.
"Mirip-lah," jawabnya singkat.
Laode pun memastikan ketersediaan BBM di SPBU swasta telah normal kembali.
"Bukan segera normal, harusnya sudah normal. Kan kami tidak ada menghentikan," katanya.
Kelangkaan BBM di SPBU swasta sempat terjadi pada tahun lalu, karena stok impor yang diberikan pemerintah telah habis seluruhnya. Kementerian ESDM kemudian memberikan kuota tambahan sebesar 10 persen dari volume impor yang ditetapkan pada 2025.
Pada perjalanannya, kuota tambahan itu juga habis. Akhirnya pemerintah mendorong badan usaha swasta menyerap impor BBM Pertamina melalui skema business to business atau B2B.
Sejumlah SPBU swasta sempat menolak, tapi akhirnya mereka sepakat membelinya. Diawali oleh BP-AKR yang memasok sebanyak 100 ribu barel, kemudian disusul Vivo dan Shell dengan volume yang sama. Total, Pertamina menyuplai BBM ke SPBU swasta sebanyak 430 ribu barel.
Tag: #telah #berikan #izin #impor #esdm #stok #shell #harusnya #sudah #normal