Bank Mandiri dan Kemenhan Bangun Lima Jembatan Bailey di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Bank Mandiri bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia membangun lima jembatan bertipe Bailey untuk membantu pemulihan konektivitas wilayah yang terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.(dok. Bank Mandiri)
16:52
3 Januari 2026

Bank Mandiri dan Kemenhan Bangun Lima Jembatan Bailey di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan) membangun lima jembatan bertipe Bailey untuk membantu pemulihan konektivitas wilayah yang terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dalam menjalankan peran sebagai agen pencipta nilai sosial dan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam percepatan penanganan dampak bencana.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan berharap, kehadiran jembatan Bailey dapat menjadi solusi sementara yang efektif sebelum pembangunan infrastruktur permanen direalisasikan.

Riduan mengatakan, langkah tersebut penting untuk memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak dapat kembali berjalan secara berkelanjutan.

Selain itu, inisiatif tersebut juga mencerminkan sinergi lintas sektor antara Bank Mandiri dan Kemenhan dalam merespons kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Riduan menjelaskan, jembatan Bailey dipilih karena memiliki karakteristik yang adaptif, mudah dipasang, serta dapat dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Oleh karena itu, jembatan ini sesuai untuk kondisi wilayah pascabencana.

“Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana. Jembatan Bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/1/2026).

Lebih lanjut, Riduan berharap, jembatan tersebut juga dapat menjadi sarana penghubung vital bagi mobilitas warga, distribusi bantuan kemanusiaan, serta akses terhadap layanan publik.

Dengan begitu, proses pemulihan sosial dan ekonomi di daerah terdampak dapat berlangsung lebih optimal.

Salurkan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan

Selain pembangunan jembatan, Bank Mandiri juga menyalurkan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan. Sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, perseroan telah menyalurkan dan menyiapkan lebih dari 288.889 paket bantuan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut meliputi paket sembako, obat-obatan, keperluan wanita dan balita, selimut, genset, air bersih, kasur lipat, hingga pakaian layak pakai.

Konsistensi tersebut menegaskan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang terus hadir, bergerak cepat, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Pada awal 2026, Bank Mandiri juga terlibat aktif dalam mendukung pembangunan 600 unit hunian darurat (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka menengah.

Sejalan dengan itu, Bank Mandiri kembali mengirimkan Relawan Mandiri Tanggap Bencana untuk mendampingi masyarakat secara langsung di lapangan. Relawan tahap kedua ini diterjunkan untuk menggantikan relawan tahap awal di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Relawan Mandiri Tanggap Bencana batch kedua berjumlah 20 orang yang berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club.

Di lapangan, para relawan tidak hanya membantu pendistribusian logistik dan bantuan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap operasional posko tanggap bencana.

Layanan yang diberikan meliputi pengelolaan posko dapur umum, kesehatan, pendidikan, serta program trauma healing bagi masyarakat terdampak.

Tag:  #bank #mandiri #kemenhan #bangun #lima #jembatan #bailey #wilayah #terdampak #bencana #sumatera

KOMENTAR