Rumah Bahagia Samboja, Cara Industri Migas Ikut Tekan Stunting
— Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara mendapat dukungan dari sektor industri migas. PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field meresmikan fasilitas Rumah Bahagia di Kecamatan Samboja sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat terpadu yang menyasar balita dan keluarga berisiko stunting.
Peresmian Rumah Bahagia, kependekan dari Rumah Balita Sehat, Giat, dan Cerdas Samboja, dilakukan pada 17 Desember 2025 dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono. Fasilitas ini menjadi bagian dari Program Kesehatan Masyarakat Terpadu Menuju Sejahtera (Prokesmas Puja) yang dijalankan PEP Sangasanga Field.
Kelurahan Sungai Seluang, lokasi berdirinya Rumah Bahagia, tercatat sebagai salah satu wilayah prioritas penanganan stunting di Kutai Kartanegara. Dari total 195 balita di kelurahan tersebut, sebanyak 56 balita teridentifikasi mengalami stunting.
Senior Manager PEP Sangasanga Field Sigid Setiawan mengatakan, keterlibatan perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional energi, tetapi juga pada pembangunan sosial masyarakat di sekitar wilayah kerja.
“Bagi kami, keberlanjutan operasional tidak hanya tentang penyediaan energi, tetapi juga tentang tumbuh bersama masyarakat melalui komitmen jangka panjang, dalam hal ini terkait kesehatan dan masa depan generasi penerus,” ujar Sigid dalam peresmian tersebut, melalui keterangan pers, Rabu (23/12/2025).
Sejak program penanganan stunting mulai dilaksanakan pada Oktober 2025, intervensi yang dilakukan menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 40 balita tercatat mengalami peningkatan berat badan yang mencerminkan perbaikan status gizi.
Selain menjadi pusat kegiatan balita, Rumah Bahagia juga berfungsi sebagai day care khusus bagi balita stunting. Anak-anak mengikuti kegiatan makan bersama, bermain, dan belajar dalam suasana yang dirancang lebih menyenangkan agar meningkatkan selera makan dan mendukung perkembangan kognitif serta motorik.
PEP Sangasanga Field sebelumnya juga menjalankan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bersama Puskesmas Samboja dan Pemerintah Kelurahan Sungai Seluang melalui distribusi langsung ke rumah balita yang terindikasi stunting.
Keberadaan Rumah Bahagia tidak hanya menyasar balita, tetapi juga orang tua yang selama ini belum aktif mengikuti kegiatan posyandu. Dengan skema day care, orang tua tetap dapat menjalankan aktivitas produktif tanpa mengabaikan pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono mengapresiasi kontribusi PEP Sangasanga Field dalam mendukung program pemerintah daerah. Menurut dia, pendekatan yang dilakukan tidak sebatas intervensi gizi.
“Program ini tidak hanya memberikan intervensi gizi, tetapi juga menghadirkan pendekatan pengasuhan dan pendampingan yang komprehensif bagi balita dan orang tua,” ujar Sunggono.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dr. Nurifki Permanajati. Ia menilai Rumah Bahagia mencerminkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam isu pengasuhan anak.
“Program Rumah Bahagia ini mencerminkan sinergi dalam menjalankan komitmen bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” tuturnya.
Atas kontribusinya dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), PEP Sangasanga Field menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Timur pada 5 Desember 2025.
PEP Sangasanga Field merupakan bagian dari Zona 9 dan Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan ini menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di berbagai bidang, termasuk kesehatan, untuk mendukung pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
Tag: #rumah #bahagia #samboja #cara #industri #migas #ikut #tekan #stunting