Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Buka Lagi 10 Juni, Waspada Cuaca
Jalur pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari, Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026).(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
18:14
10 Juni 2026

Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Buka Lagi 10 Juni, Waspada Cuaca

- Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Basecamp Baturraden Lestari, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali dibuka mulai 10 Juni 2026.

Jalur pendakian tersebut sempat ditutup sementara sejak 5 April 2026 akibat kenaikan suhu kawah Gunung Slamet.

Ketua Umum Lembaga Pengelola Hutan Desa Wana Karya Lestari, Daryono mengatakan, pembukaan jalur tersebut berlaku untuk berbagai aktivitas wisata alam, mulai dari trail run, pendakian, bird watching, hingga camping.

Baca juga: Pendakian Gunung Slamet Dibuka, Batas Aman hanya sampai Pelawangan

"Pendakian kembali dibuka mulai 10 Juni. Namun kami mengimbau seluruh pengunjung untuk tetap mematuhi peraturan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum maupun selama melakukan pendakian," kata Daryono, Senin (9/6/2026).

Dia mengatakan pembukaan jalur dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pendaki mengingat kondisi cuaca di kawasan Gunung Slamet masih cukup dinamis.

Syarat mendaki Slamet via Baturraden

Menurut dia, setiap pendaki wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum melakukan registrasi. Di antaranya membawa kartu identitas dan surat keterangan sehat dari dokter.

Selain itu, pengelola tidak memperkenankan pendakian secara individu atau solo hiking.

Bagi pendaki yang datang seorang diri, mereka tetap dapat melakukan pendakian dengan bergabung bersama rombongan lain atau menggunakan jasa pemandu maupun porter lokal yang tersedia di basecamp.

Pendaki dilarang ke puncak

Daryono menjelaskan, saat ini pendakian direkomendasikan hanya sampai batas aman atau sekitar dua kilometer dari kawah Gunung Slamet.

Rekomendasi tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aktivitas vulkanik serta perubahan cuaca yang sewaktu-waktu dapat terjadi di kawasan puncak.

Baca juga: Jam Buka dan Harga Tiket Terkini Gunung Gandul Wonogiri

Ia juga mengingatkan para pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik, mental, peralatan, dan logistik secara matang sebelum memulai perjalanan.

"Pendaki harus memastikan kondisi tubuh benar-benar fit. Jangan memaksakan melanjutkan perjalanan apabila kondisi fisik sudah tidak memungkinkan," ujarnya.

Wajib bawa jas hujan

Selain itu, mengingat hujan masih kerap turun di kawasan Gunung Slamet, pendaki diwajibkan membawa perlengkapan pelindung hujan seperti jas hujan atau raincoat.

Pengelola juga meminta pendaki untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca selama berada di jalur pendakian.

Kondisi kawah Gunung Slamet pada tahun 2015.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kondisi kawah Gunung Slamet pada tahun 2015.

"Apabila cuaca memburuk, pendakian harus dihentikan demi keselamatan bersama," kata Daryono.

Ia menambahkan, setiap pendaki juga diminta menjaga barang bawaan pribadi maupun kelompok selama berada di jalur pendakian. Kehilangan barang di kawasan pendakian menjadi tanggung jawab masing-masing pendaki.

Baca juga: Ketinggian Gunung Gandul Wonogiri, Pas untuk Fun Hiking dan Trail Run

Daryono berharap para pendaki dapat menikmati keindahan Gunung Slamet dengan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kelestarian lingkungan selama berada di kawasan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Tag:  #pendakian #gunung #slamet #baturraden #buka #lagi #juni #waspada #cuaca

KOMENTAR