Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Kembali
Penerbangan internasional ke Pulau Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, kembali dibuka sejak Minggu (3/5/2026).
"Dampak ekonomi dan efek berganda dari pembukaan gerbang internasional ini sangat signifikan. Proyeksinya sangat optimis, pertumbuhan ekonomi di Pulau Belitung berpotensi melonjak, didorong kuat oleh devisa yang dibawa wisatawan internasional," kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dilansir dari Antara, Rabu (6/5/2026).
- Scoot Terbang ke Belitung dan Pontianak dari Singapura, mulai Rp 400.000
- Surau Tertua di Belitung, Masjid Sijuk yang Berdiri Sejak 1817
Penerbangan internasional ke Belitung dibuka kembali
Kedatangan wisman akan berdampak pada banyak sektor
Pelaku perjalanan di Pulau Belitung bisa terhubung dengan Singapura. Maskapai penerbangan yang melayani rute reguler dua kali dalam sepekan tersebut adalah Scoot.
Pesawat berangkat dari Bandara Changi Singapura menuju Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin di Belitung, serta melayani rute sebaliknya.
Pada penerbangan perdana, respons pelaku perjalanan disebut sangat tinggi karena ada 80 penumpang yang datang, atau tingkat keterisian sekitar 70 persen.
Pesawat Embraer E190-E2 digunakan untuk rute tersebut, dengan kapasitas 112 kursi penumpang.
Aktivitas wisatawan mancanegara (wisman) dinilai akan menyentuh banyak sektor, utamanya perhotelan dan transportasi.
Efek berantai juga akan sampai ke usaha mikro, tepatnya masyarakat lokal akan merasakan perputaran uang yang lebih cepat.
- 5 Bandara Berstatus Internasional Lagi, Salah Satunya Bangka Belitung
- Wings Air Buka Rute Palembang-Pangkalpinang-Belitung per 14 Mei
Pemandangan dari atas mercusuar di Pulau Lengkuas. Pemerintah membuka kembali penerbangan internasional ke Belitung, khususnya untuk dari dan ke Singapura.
Data menunjukkan, tren kunjungan wisman ke Belitung terus naik. Pada tahun 2023, ada sekitar 7.000 kunjungan wisatawan. Angka ini naik menjadi 10.000 kunjungan pada tahun 2024.
Pengembangan pariwisata berbasis konektivitas termasuk strategi yang penting. Banyak negara dunia sudah menerapkan langkah serupa, misalnya Arab Saudi dan Qatar. Mereka berinvestasi besar pada infrastruktur dan aksesibilitas udara.
Posisi Belitung disebut cukup strategis. Jaraknya hanya sekitar satu jam dari Jakarta atau Singapura lewat perjalanan udara.
"Kami melihat ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis penerimaan devisa negara," kata Haryo.
- 17 Tempat Wisata di Bangka Belitung Dilengkapi WiFi Gratis
- Kapan Waktu yang Tepat ke Belitung Timur?