Bandung Zoo: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Kisah Anak Harimau Benggala
Seekor anak harimau Benggala di objek wisata Bandung Zoo mati. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyebut kematian terjadi akibat virus bawaan dari sang induk.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan induk harimau di Bandung Zoo ini telah melahirkan dua anak yang terinfeksi virus bawaan induknya, dimana salah satunya meninggal, dan satu lagi dalam perawatan tim medis.
"Dari induknya sebagai carrier, kedua (anak) nya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan," kata Farhan di Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Kompas.com (25/3/2026).
- Kelahiran Si Kucing Beruang di Bandung Zoo, Populasi Jadi 33 Ekor
- Akhir Libur Lebaran, Nikmati Parade Satwa dan Interaksi Edukatif di Kebun Binatang
Farhan menyebut virus itu bernama panleukopenia, virus khas keluarga kucing besar. Virus ini diketahui sudah dibawa sang induk sejak awal.
Menurutnya, sang induk yang terinfeksi sejak awal sudah kebal terhadap virus tersebut.
Namun karena salah satu anak harimau ini dalam kondisi lemah sejak lahir, sehingga akhirnya dinyatakan mati.
"Virus ini memang khas pada kucing besar dan sulit diselamatkan jika sudah terinfeksi. Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah," katanya.
Baca juga: Izin Dicabut, Kebun Binatang Bandung Tutup saat Libur Lebaran 2026
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan karena faktor penelantaran atau kurangnya perawatan melainkan karena virus.
Sebagai langkah penanganan, anak harimau yang masih hidup telah dipisahkan dari induknya dan kini mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter hewan.
Tercatat sedikitnya ada lima dokter hewan yang terlibat dalam pemantauan dan pengobatan.
"Bukan (karena tidak terawat), karena virus yang dibawa induknya," katanya.
Baca juga: Seumur Hidup Bersama, Dua Singa Langka Disuntik Mati di Kebun Binatang
Farhan menjelaskan bahwa virus panleukopenia yang menyerang keluarga kucing (felin) dikenal berbahaya karena dapat menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menurunkan sel darah putih.
"Penyakit virus yang menyerang keluarga felin, seperti harimau dan kucing. Penyakit ini disebabkan oleh feline panleukopenia virus dan dapat menyebabkan penurunan sel darah putih," katanya.
Pada kasus anak harimau ini, penanganan dilakukan secara intensif, mulai dari pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus.
Potrait wisatawan di Bandung Zoo.
Baca juga: Cara Rental Sepeda di Kebun Binatang Ragunan, Segini Tarifnya per Jam
Menurut Farhan, kondisi terbaru menunjukan perkembangan positif. Setelah melewati fase kritis selama 72 jam, anak harimau yang masih bertahan kini mulai menunjukan tanda -tanda pemulihan.
"Kondisi terbaru pukul 14.19 WIB, kondisi membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif," katanya.
"Makan sudah mulai masuk dengan bantuan keeper, dan secara bertahap ditingkatkan," tambahnya.
Pengawasan ketat terus dilakukan Pemkot Bandung untuk memastikan kondisi satwa terus membaik.
Baca juga: Lokasi Kebun Binatang Pertama Ada di Cikini, Kenapa Pindah ke Ragunan?
Farhan menyebut, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kota, dalam meningkatkan pengelolaan kesehatan satwa.
"Saya sudah mengecek ke beberapa taman marga satwa. Virus ini memang salah satu yang paling perlu diwaspadai jika ada kucing besar di kebun binatang. Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang," ujarnya.
Pemkot Bandung memastikan seluruh satwa di Bandung Zoo tetap dalam pengawasan penuh.
"100 persen standby. Semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan," katanya.
Baca juga: Lihat Kura-kura di Kebun Binatang, Ketahui 4 Perbedaan Kura Darat dan Air
Mengenal Bandung Zoo, wisata edukasi satwa di tengah kota
Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu tempat wisata keluarga yang cukup popular di Kota Bandung.
Lokasinya berada di Jalan Kebun Binatang No. 6, tepat di kawasan strategis dekat kampus ITB dan pusat kota.
Jam buka Bandung Zoo
Bandung Zoo biasanya buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Namun berdasarkan pantauan Kompas.com di instagram resmi @bandung_zoo pada Kamis (26/3/2026), saat ini Bandung Zoo tutup sementara.
Harga tiket masuk Bandung Zoo
Harga tiket masuk Bandung Zoo mulai dari Rp 50.000 per orang saat hari biasa, dan mulai dari Rp 60.000 per orang saat akhir pekan dan Libur Nasional.
Namun perlu diketahui, harga tiket mungkin bisa berubah tergantung kebijakan, maka dari itu disarankan untuk mengecek harga tiket jika ingin datang.
Daya tarik Bandung Zoo
Di Bandung Zoo wisatawan bisa melihat koleksi satwa yang beragam, mulai dari mamalia, reptil, hingga burung.
Selain itu, ada pula wisata edukasi memberi makan satwa, daya tarik ini cocok untuk yang datang bersama anak dan keluarga.
Kemudian, Bandung Zoo juga merupakan ruang terbuka hijau, jadi cocok untuk semua pengunjung yang ingin healing d tengah rimbunnya pepohonan.
Tag: #bandung #daya #tarik #harga #tiket #kisah #anak #harimau #benggala