KAI Services Minta Maaf dan Beri Sanksi Tegas Oknum Penyalahguna Data Pribadi Penumpang
Manajemen KAI Services resmi menyampaikan permintaan maaf dan memastikan pemberian sanksi tegas kepada seorang karyawan yang diduga menyalahgunakan data pribadi penumpang.
Insiden ini menjadi perhatian publik setelah muncul laporan dugaan pelanggaran privasi yang dilakukan oleh oknum petugas di lapangan.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan bahwa perusahaan telah mengambil langkah cepat dan disiplin sebagai bentuk tanggung jawab serta komitmen menjaga kepercayaan pelanggan.
“Sanksi disiplin sudah dijalankan. Manajemen telah memanggil oknum karyawan yang bersangkutan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. Sanksi tegas sesuai aturan perusahaan akan diberikan untuk memberikan efek jera,” ujar Nyoman di Jakarta, Sabtu.
Evaluasi internal dan penguatan sistem keamanan data
KAI Services turut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem akses data operasional. Perusahaan juga kembali memberikan edukasi kepada seluruh personel frontliner terkait Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sebagai langkah pencegahan.
Nyoman menegaskan bahwa perlindungan data pribadi pelanggan merupakan prioritas utama. Karena itu, perusahaan berkomitmen memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berterima kasih atas kritik dan masukan masyarakat. Ini menjadi bahan perbaikan bagi layanan kami,” tambahnya.
Pertemuan dengan korban dan penyelesaian damai
Pada Jumat (9/1/2026), manajemen PT KAI (Persero) dan KAI Services bertemu langsung dengan penumpang yang menjadi korban dugaan penyalahgunaan data.
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik, jajaran manajemen, serta Vice President Customer Care KAI, Dian Angraeni.
Seorang penumpang memasuki gerbong kereta api di Stasiun Blitar, Rabu (31/12/2025)
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan permintaan maaf resmi dan menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan.
“Kami meminta maaf atas kejadian ini yang merupakan pelanggaran privasi dan tidak dapat kami toleransi,” ujar Nyoman.
Penumpang juga menyampaikan lima poin permintaan dalam pernyataan resmi tertulis, yang seluruhnya telah dijalankan oleh KAI Services.
Sanksi dan perbaikan sistem sudah dilakukan
Penumpang yang bersangkutan menyerahkan sepenuhnya proses penindakan kepada KAI Services. Pihak perusahaan telah:
- Mengeluarkan pernyataan resmi terkait pelanggaran yang dilakukan oknum pekerja
- Memberikan tindakan internal kepada pelaku
- Melakukan perbaikan sistem dan memperketat akses data
- Meningkatkan edukasi pegawai mengenai perlindungan data pelanggan
- Menegaskan komitmen melindungi data penumpang sebagai bagian dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab
KAI Services memastikan langkah-langkah ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam mencegah insiden serupa terjadi kembali.
Tag: #services #minta #maaf #beri #sanksi #tegas #oknum #penyalahguna #data #pribadi #penumpang