Harga Emas Anjlok 6,3 Persen, Inflasi AS Jadi Biang Kerok
- Harga emas jatuh 6,3 persen akibat kekhawatiran investor karena inflasi di Amerika Serikat (AS) tinggi, memungkinkan The Fed menaikkan suku bunga acuan di akhir tahun
Hal ini mengakibatkan harga emas terendah di tahun 2026.
Kontrak berjangka emas Agustus menyentuh 4.046,20 dollar AS (sekitar Rp 72,4 juta kurs Rp 17.944 ) troy per ons pada hari Kamis (11/6/2026), level terendah sejak November 2025.
Harga terakhir turun 0,5 persen menjadi 4.111,10 dollar AS (Rp 73,6 juta) per troy ons.
Baca juga: Harga Emas Anjlok, Saatnya Beli?
"Emas turun 6,3 persen hanya dalam minggu ini, menempatkannya pada jalur kerugian mingguan kedua berturut-turut dan minggu terburuknya sejak pertengahan Maret, ketika emas turun 9,62 persen," jelas CNBC, Kamis (11/6/2026).
Meski demikian, investor masih menganggap emas batangan sebagai aset safe-haven, masalahnya logam mulia ini sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga riil jangka panjang.
Faktor Perang Iran juga mempengaruhi harga emas secara tak langsung.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 11 Juni 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
Naiknya harga energi dorong inflasi
Tersendatnya pengiriman minyak di Selat Hormuz memicu kenaikan harga energi.
Harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri AS naik 7 persen, mendorong inflasi yang akhirnya menekan harga emas.
The Fed harus menaikkan atau mempertahankan suku bunga acuan guna memperlambat kenaikan harga.
Baca juga: Harga Emas Berbalik Menguat usai AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran
Bank sentral AS itu diperkirakan mempertahankan suku bunga di angka 3,50-3,75 persen.
Tapi dalam jangka panjang, investasi emas masih sangat menarik.
"Meskipun pelaku pasar kesulitan dengan prospek jangka pendek, yang sangat bergantung pada hasil dari Selat Hormuz, pandangan konsensus tetap konstruktif dalam jangka menengah hingga panjang karena permintaan non-siklik yang kuat dari meningkatnya fragmentasi geopolitik global, kekhawatiran utang negara dan penurunan nilai mata uang yang masih ada, serta tren diversifikasi cadangan bank sentral yang berkelanjutan," jelas analis dari Citigroup.
Bila perang di Iran lekas usai, harga emas bisa segera stabil.
Baca juga: Harga Emas Anjlok 3,5 Persen Usai Trump Ancam Iran, The Fed Berpotensi Naikkan Bunga
Trump batalkan serangan
Presiden Donald Trump sebelumnya hendak kembali menyerang Iran, tapi kini urung dilaksanakan.
Kesepakatan damai dengan Teheran segera diteken, menandakan perang lekas usai.
"Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia membatalkan serangan udara hari ketiga berturut-turut terhadap Iran, mengklaim bahwa kesepakatan dengan Teheran hampir rampung dan waktu dan tempat penandatangananakan segera diumumkan," lapor Al Jazeera, Jumat (12/6/2026).
Namun, serangan Israel di Lebanon masih terus dilakukan yang berpotensi menghambat jalannya perdamaian.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 11 Juni 2026: Galeri 24 dan UBS Turun
Tag: #harga #emas #anjlok #persen #inflasi #jadi #biang #kerok