Pakar Akui Pengendara SUV Cenderung Sombong dan Egois di Jalanan
Beredar di media sosial yang memperlihatkan sebuah mobil Toyota Fortuner melaju dengan kencang dari bahu jalan hingga menabrak mobil microbus atau Elf.
19:04
7 Mei 2024

Pakar Akui Pengendara SUV Cenderung Sombong dan Egois di Jalanan

  - Beredar di media sosial yang memperlihatkan sebuah mobil Toyota Fortuner melaju dengan kencang dari bahu jalan hingga menabrak mobil microbus atau Elf. Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan mobil Fortuner yang merupakan kendaraan dinas polisi dan terjadi di KM 14 Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dari arah Cikampek menuju Jakarta, Senin (6/5).   Berdasarkan klaim polisi, kecelakaan diduga akibat pengendara mobil berpelat Polri itu mengantuk hingga menabrak mobil Elf yang berada tepat di depannya. Namun anehnya, dalam rekaman video dashcam yang beredar, mobil tersebut melaju kencang dari bahu jalan, sengaja memotong jalan pengendara di depannya hingga terjadi kecelakaan.   Kebiasaan demikian, ditambah kebanyakan merupakan pengguna SUV medium seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport yang dikenal "atraktif" di jalanan memang bukan gosip belaka. Banyak pengguna jalan mengamini bahwa dua model mobil tersebut memang kerap arogan dan sok jagoan di jalan raya, ditambah lampu strobo padahal orang sipil, sampai ketahuan menggunakan pelat dinas palsu.   Kebiasaan yang juga sering dikeluhkan adalah pengguna mobil demikian yang langganan nyerobot bahu jalan di tol. Sama seperti kejadian yang akhirnya viral di Tol Layang MBZ yang menyebabkan pengguna jalan lainnya ikut jadi korban padahal sudah mengemudi secara semestinya.   Hal tersebut disoroti oleh Pakar Keselamatan Berkendara, Sony Susmana. Dirinya yang juga merupakan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) itu mengamini bahwa perilaku tersebut memang kerap muncul dari para pengguna mobil berbadan lebih besar.   "Ada dimana pengemudi keluar egoisnya. Karena enggak sabar, menjadi pemicu mencoba nyusul lewat bahu jalan. Sehingga keputusannya tidak didasari dengan perhitungan matang, malah risiko bahaya yang timbul," kata Sony dihubungi JawaPos.com, Selasa (7/5).   Karena itu, Sony mengimbau para pengemudi mobil demikian untuk menghormati pengguna jalan lainnya. Tidak ugal-ugalan, jangan merasa besar dan intimidatif kemudian akhirnya malah merugikan orang lain.   "Jangan kita bertumbuh dari pengalaman pahit. Karena hitungan risikonya nggak bisa diukur. Paling tidak hargailah pengemudi-pengemudi lain yang sudah berusaha mengemudi aman," tegas Sony.   Dalam kondisi mengemudi di jalan raya khususnya jalan layang seperti Tol MBZ ini, Sony juga memperingatkan beberapa hal yang wajib diketahui pengendara. Karakteristik Tol Layang MBZ yang panjang dan bergelombang memaksa pengemudi untuk sigap, tidak dalam kondisi ngantuk dan tidak menggunakan ponsel.   "Banyak sekali pengemudi yg meremehkan kondisi kantuk, berharap bisa dimanipulasi dengan ngebut, kucek-kucek mata, merokok dll. Padahal pada kondisi tersebut si pengemudi mengarah kepada tidur. Nggak ada yang bisa melawan kantuk," kata Sony.   Selain itu, pahami juga kondisi jalan yang sepi dan panjang membuat suasana jadi monoton. Rasa bosan juga berpotensi membuat pengendara jadi gampang mengantuk.   "Itu kenapa sebelum memulai perjalanan, persiapkan kondisi fisik dan segala penunjangnya, seperti teman ngobrol atau apapun yang bisa membuat suasana hati jadi baik atau menerapkan commentary driving," tandas Sony.

Editor: Dimas Ryandi

Tag:  #pakar #akui #pengendara #cenderung #sombong #egois #jalanan

KOMENTAR