5 Momen Viral Dadan Pimpin BGN: Sempat Tak Sejalan dengan Purbaya, Kini Dijemput Kejagung
Dadan Hindayana menuai sorotan setelah berita pencopotannya beredar di media sosial. Terdapat 5 momen viral saat Dadan memimpin Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai informasi, Presiden RI ke-7, Jokowi, melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada tanggal 19 Agustus 2024.
Belum genap 2 tahun, Presiden RI ke-8, Prabowo, mencopot Dadan dari BGN serta mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN selanjutnya.
"Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kepemimpinan Dr. Ir Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (Agustus 2024-Mei 2026)," bunyi keterangan resmi media sosial BGN RI.
Pantauan Suara.com melalui Trends24.in, tiga topik seperti Dadan, Kantor BGN, dan SPPG langsung trending di X pada Rabu (3/6/2026).
Setelah dicuitkan lebih dari 10 ribu kali, Dadan bahkan masuk dalam kategori 'Popular Active Trends'.
Kepala BGN Dadan Hindayana (bgn.go.id)Itu menandakan bahwa mantan petinggi BGN tersebut ramai menuai sorotan netizen.
Dadan sendiri terlibat pada beberapa momen viral dan kontroversial. Dua dari lima momen viral Dadan bahkan berhubungan dengan Menkeu RI, Purbaya.
Dadan Hindayana sempat 'tak sejalan' serta membantah klaim Purbaya sehingga memicu kehebohan publik.
Pada Rabu (3/6/2026) pagi, Dadan serta dua petinggi BGN kabarnya dijemput Kejaksaan Agung RI.
Penjemputan Dadan dan pengejaran dua orang lain itu seiring penggeledahan Kejagung di kantor BGN, kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Berikut 5 momen viral saat Dadan memimpin BGN:
1. Protein dari Serangga
Dadan menuai sorotan pada awal 2025. Ia saat itu membicarakan peluang serangga menjadi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Sebagian masyarakat Gunung Kidul Yogyakarta biasa mengonsumsi belalang. Masyarakat Papua biasa makan ulat sagu," kata Dadan kepada media pada 25 Januari 2025.
Pernyataan Dadan langsung viral di media sosial serta menuai kritik dari masyarakat.
2. Bantah Klaim Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp67 triliun, dari proyeksi awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk tahun berjalan.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut merupakan arahan dari Prabowo. Beberapa ekonom dan analis menilai bahwa penghematan uang di tengah ketatnya pendapatan negara merupakan sentimen positif.
Pada 25 Mei lalu, Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi terkait kabar pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.
BGN menegaskan bahwa anggaran resmi program tersebut sejak awal memang ditetapkan sebesar Rp268 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, bukan dipotong dari Rp335 triliun seperti yang ramai diberitakan.
“Informasi tersebut dipastikan tidak benar, sebab anggaran resmi BGN tahun 2026 yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 sejak awal adalah sebesar Rp268 triliun,” tulis BGN.
Dadan yang nampak 'tak sejalan' dengan Purbaya viral di media sosial. Kebijakan dua eksekutif negara yang cukup berbeda sempat membingungkan investor pada akhir Mei lalu.
3. Pengadaan Sepeda Motor Listrik
BGN di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana merancang pengadaan sepeda motor listrik dalam jumlah sangat masif, yakni mencapai 25 ribu unit untuk menunjang operasional kepala SPPG di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan tersebut membutuhkan anggaran triliunan rupiah pada 2025 lalu. Keputusan Dadan memicu benturan regulasi tingkat tinggi ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan bahwa kementeriannya "kecolongan" dalam meloloskan anggaran pengadaan motor listrik tersebut.
Purbaya menegaskan bahwa ia telah menolak usulan pengadaan kendaraan operasional bagi BGN sejak tahun sebelumnya.
4. Klaim Susu Dua Liter Per Hari sebagai Solusi Tinggi Badan
Pada Mei 2025 lalu, Dadan Hindayana memicu perdebatan publik setelah mengklaim bahwa konsumsi susu sebanyak 2 liter per hari merupakan kunci utama pertumbuhan fisik optimal anak-anaknya.
Ia menceritakan bahwa kedua putranya berhasil tumbuh tinggi karena diwajibkan sang ibu untuk mengonsumsi susu setiap hari sejak masa kecil hingga kelas 2 SMA.
Pernyataan Dadan lantas viral di media sosial. Komunitas medis menjelaskan bahwa takaran 2 liter merupakan kebutuhan harian untuk konsumsi air putih, bukan susu.
5. Dadan Dijemput Kejagung, Dugaan Praktik Jual Beli Izin SPPG Beredar
Momen paling krusial yang mengakhiri karier Dadan Hindayana di BGN adalah meletusnya kasus dugaan praktik transaksional atau jual beli izin titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG kepada pihak ketiga.
Belum diketahui siapa tersangkanya, namun sejumlah petinggi BGN mengalami perombakan.
Aksi penggeledahan dini hari oleh Kejagung dilakukan setelah Prabowo melakukan perombakan besar-besaran di tubuh BGN.
Penjemputan Dadan dan pengejaran dua petinggi BGN itu seiring penggeledahan Kejagung di kantor BGN, kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu pagi.
Tag: #momen #viral #dadan #pimpin #sempat #sejalan #dengan #purbaya #kini #dijemput #kejagung