Omdia: Samsung Kuasai Pasar Ponsel Dunia Awal 2026
Samsung kini akhirnya membawa dukungan AirDrop ke fitur Quick Share di Samsung Galaxy S26 Ultra. Artinya, pengguna Galaxy kini bisa mengirim foto dan video langsung ke perangkat Apple seperti iPhone, iPad, hingga Mac, hanya dalam beberapa ketukan. (KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)
06:57
3 Mei 2026

Omdia: Samsung Kuasai Pasar Ponsel Dunia Awal 2026

– Lembaga riset Omdia merilis data terkait performa pasar smartphone global untuk kuartal I-2026.

Di periode Janauari-Maret tersebut, total pengiriman (shipment) ponsel secara global tercatat naik tipis sekitar 1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). 

Secara rinci, jumlah pengiriman ponsel di kuartal I-2026 mencapai sekitar 298,5 juta unit, naik dari 296,9 juta unit dari kuartal I-2025.

Dari ratusan juta unit ponsel yang terkirim ke pasar, Samsung berkontribusi paling banyak, alias menjadi merek terlaris dengan total pengiriman 65,4 juta unit dan pangsa pasar (market share) 22 persen. 

Baca juga: IDC: 5 Besar Merek Ponsel Teratas Dunia Awal 2026, Samsung Memimpin

Angka ini naik 8 persen YoY dari periode yang sama tahun lalu. Menurut Omdia, kinerja Samsung ini ditopang oleh ponsel entry-level seri Galaxy A di pasar berkembang, serta permintaan kuat untuk lini flagship Galaxy S26.

Mengisi tiga besar sebagai ponsel terlaris di dunia adalah Apple dan Xiaomi yang masing-masing mencatatkan pengiriman ponsel sekitar 60,4 juta unit dan 33,8 juta unit di kuartal I-2026. 

Desain dari layar depan iPhone 17 Pro MaxKOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Desain dari layar depan iPhone 17 Pro Max

Apple juga mengalami peningkatan pengiriman dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu mencapai 10 persen, dengan total market share mencapai 20 persen.

Di sisi lain, Xiaomi mengalami penurunan hingga 19 persen dengan pangsa pasar saat ini 11 persen. 

Omdia menyebut Apple laris manis berkat seri iPhone 17 dan iPhone 17e yang diklaim laku keras di pasar Eropa dan Jepang. 

Sedangkan pengiriman Xiaomi lesu karena terpengaruh tingginya ketergantungan Xiaomi pada segmen ponsel murah (di bawah 200 dollar AS), yang paling terdampak kenaikan harga komponen.

Baca juga: Tren HP Murah China Berubah, Tanda-tandanya Terlihat di Indonesia

Vendor lain seperti Oppo (termasuk Realme dan OnePlus) dan Vivo juga mencatat penurunan masing-masing 6 persen dan 7 persen YoY.

Selengkapnya, berikut daftar 5 vendor ponsel terlaris di dunia di kuartal I-2026 versi Omdia, lengkap dengan jumlah unit yang dikirim dan market share mereka.

Peringkat Vendor Shipment Kuartal I-2025 (juta unit) Market Sare Kuartal I-2025 (persen) Shipment Kuartal I-2026 (juta unit) Market Share Kuartal I-2026 (persen) Pertumbuhan YoY (persen)
1. Samsung 60,5 20 65,4 22 8
2. Apple 55,0 19 60,4 20 10
3. Xiaomi 41,8 14 33,8 11 -19
4. Oppo 32,8 11 30,7 10 -6
5. Vivo 22,9 8 21,3 7 -7
6. Merek lain 83,9 28 86,8 29 3
  Total 296,9 100 298,5 100 1

Lampaui ekspektasi industri

Meski hanya 1 persen, pertumbuhan pasar ponsel global kuartal I-2026 ini disebut melampaui ekspektasi awal industri. Kendati demikin, pertumbuhn tipis ini bukan didorong oleh lonjakan permintaan konsumen.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah strategi vendor seperti Samsung dan Apple yang mempercepat distribusi produk ke pasar (front-loading).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga komponen penting seperti memori, storage, dan chipset.

Akibatnya, pengiriman ke distributor (sell-in) meningkat, meskipun permintaan riil dari konsumen (sell-out) angkanya mungkin berbeda dan tidak tumbuh secepat itu.

“Front-loading dari vendor dan channel mendorong kenaikan shipment jangka pendek, tetapi menciptakan kelebihan stok yang akan membebani kuartal berikutnya,” ujar analis Omdia, Le Xuan Chiew dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (30/4/2026).

Perlu dicatat, data yang dirilis oleh Omdia mengacu pada pengiriman dari vendor ke distributor atau channel (sell-in), bukan penjualan langsung ke konsumen akhir (sell-out).

Artinya, angka pertumbuhan yang terlihat dalam laporan ini lebih mencerminkan aktivitas distribusi dan strategi vendor, bukan murni permintaan pasar.

Laporan Omdia ini juga sedikit berbeda dari laporan pasar ponsel global dari firma riset lainnya yang cenderung menyebut adanya penurunan. 

Contohnya seperti dari IDC yang menyebut adanya penurunan pasar ponsel global 4,1 persen di kuartal I-2026, serta Counterpoint dengan penurunan lebih besar, yaitu 6 persen.

Baca juga: Peringatan Keras untuk Pasar Ponsel Global, Dampak Krisis Memori Makin Terasa di Awal Tahun

Permintaan konsumen lesu

Samsung Galaxy S26 Ultra dirilis di San Francisco, California, Amerika Serikat, Rabu (25/2/2026). Dok. KOMPAS.com/Lely Maulida Samsung Galaxy S26 Ultra dirilis di San Francisco, California, Amerika Serikat, Rabu (25/2/2026).

Kendati pengiriman meningkat, Omdia menilai permintaan konsumen masih tertahan akibat tekanan ekonomi global.

Inflasi yang tinggi membuat daya beli masyarakat melemah, terutama untuk belanja non-prioritas seperti smartphone.

Kondisi ini menyebabkan siklus penggantian ponsel (replacement cycle) menjadi lebih panjang, serta membuat konsumen lebih selektif, khususnya di segmen menengah hingga premium.

Di sisi lain, vendor mulai menaikkan harga, terutama di segmen entry-level yang memiliki margin tipis. Hal ini semakin menekan permintaan, khususnya di negara berkembang.

Risiko penurunan di paruh kedua 2026

Omdia memperkirakan pasar akan memasuki fase koreksi mulai kuartal II-2026 hingga paruh kedua tahun ini.

Stok berlebih di distributor diprediksi akan menekan pengiriman berikutnya, sementara permintaan konsumen belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Selain itu, dampak inflasi diperkirakan semakin terasa pada semester kedua 2026, sehingga berpotensi memperlambat pasar lebih jauh.

“Pasar smartphone kini memasuki periode disrupsi struktural, dengan tekanan dari sisi pasokan yang akan terus memengaruhi dinamika industri setidaknya dalam dua tahun ke depan,” kata analis Omdia lainnya, Runar Bjorhovde.

Ke depan, vendor diperkirakan akan lebih fokus menjaga margin, mengontrol stok, dan menyesuaikan pengiriman dengan permintaan riil pasar, alih-alih mengejar volume pertumbuhan.

Tag:  #omdia #samsung #kuasai #pasar #ponsel #dunia #awal #2026

KOMENTAR