Penerbangan Pesawat Militer AS ke Timur Tengah Meningkat, Ada Apa?
- Lalu lintas udara militer Amerika Serikat (AS) ke Timur Tengah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, di tengah ketegangan antara AS dan Iran yang masih berlangsung.
Sebagian besar penerbangan tersebut terdiri dari pesawat angkut dan pesawat pengisian bahan bakar di udara.
Dilansir Anadolu, Minggu (3/5/2026) berdasarkan hasil pemantauan menggunakan aplikasi pelacakan penerbangan Flightradar24, terlihat peningkatan jumlah pesawat militer AS yang melakukan perjalanan dari Eropa ke negara-negara Timur Tengah pada 2 Mei 2026.
Baca juga: Belajar dari Perang Iran, Israel Beli Pesawat Tempur Baru dari AS
Terpantau ada pesawat kargo militer dan tanker
Sebagian besar pesawat yang dikirim ke wilayah tersebut adalah pesawat kargo militer C-17A Globemaster III.
Menurut spesifikasinya, armada ini mampu membawa sekitar 77 ton kargo dan sekitar 100 personel.
Beberapa pesawat lainnya juga terlihat beroperasi di wilayah udara Eropa dan Timur Tengah.
Termasuk Lockheed C-5M Super Galaxy, pesawat angkut terbesar di Angkatan Udara AS, dengan kapasitas muatan sekitar 127 ton.
Kemudian Boeing KC-46 Pegasus, pesawat tanker buatan Boeing yang digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara dan transportasi strategis.
Baca juga: Gara-gara Perang Iran, Musuh AS Kini Tau Kelemahan Militer Washington
12 pesawat menuju Timur Tengah
Pesawat angkut militer C-17 Globemaster III dibangun untuk Angkatan Udara AS (USAF) sejak 1980 hingga 1990. Pesawat bongsor ini adalah hasil kerja sama antara Boeing dan Mc.Donnell Douglas. Pada 1990, kedua pabrik pembuat pesawat ini merger.
Selain AS, beberapa negara yang sudah mengoperasikan pesawat ini untuk aktivitas militernya adalah Inggris, Australia, Kanada, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). India pada 2 September 2013 mengumumkan menggunakan pesawat berbodi tambun ini juga untuk AU-nya.
Dilaporkan setidaknya 12 pesawat angkut sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah, beberapa di antaranya berangkat dari Jerman.
Pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker juga termasuk di antara pesawat yang menuju ke wilayah tersebut.
Setidaknya empat pesawat pengisian bahan bakar terlihat beroperasi di sekitar Israel dan daerah sekitarnya.
Baca juga: Komandan Militer AS Akan Beri Arahan ke Trump soal Perang Iran
Selain itu, sebuah pesawat pengintai intelijen sinyal (SIGINT) AS, Boeing RC-135W Rivet Joint, terlihat beroperasi di langit dekat Bahrain.
Beberapa pesawat angkut yang berangkat dari AS juga terlihat tanpa tujuan yang dikonfirmasi pada tahap ini.
Namun, belum ada informasi terkait tujuan utama pesawat-pesawat militer tersebut ramai menuju ke kawasan Timur Tengah.
Tag: #penerbangan #pesawat #militer #timur #tengah #meningkat