Akun Bisa Dibobol meski Password Kuat, Ini Pentingnya 2FA
- Memiliki kata sandi yang panjang, rumit, dan kombinasi karakter yang beragam memang merupakan langkah awal yang baik dalam menjaga keamanan akun digital.
Namun, kenyataannya, password sekuat apa pun tidak selalu menjamin akun Anda aman dari ancaman peretas.
Berbagai metode serangan siber seperti phishing, credential stuffing, hingga kebocoran data dari layanan pihak ketiga bisa membuat kata sandi Anda jatuh ke tangan yang salah tanpa Anda sadari.
Di sinilah peran autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) menjadi sangat krusial.
Dirangkum dari ShadowSafe, firma keamanan siber asal Australia, 2FA menambahkan lapisan keamanan ekstra di luar kata sandi, sehingga meskipun peretas berhasil mengantongi password Anda, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode verifikasi tambahan yang hanya bisa diakses oleh pemilik akun.
Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya fitur 2FA di berbagai akun Anda? Selengkapnya berikut ini ulasannya.
Baca juga: Twitter Pasang Tarif untuk Sistem Keamanan 2FA Berbasis SMS
Password saja tidak cukup
Banyak orang merasa aman hanya karena sudah menggunakan kata sandi yang panjang dan rumit.
Padahal, kata sandi sekuat apa pun tetap bisa bocor tanpa sepengetahuan Anda, entah melalui serangan phishing, kebocoran data dari layanan yang pernah Anda gunakan, atau teknik credential stuffing di mana peretas mencoba ribuan kombinasi password secara otomatis.
Ketika kata sandi sudah di tangan yang salah, tidak ada yang menghalangi mereka masuk ke akun Anda. Di sinilah 2FA berperan sebagai garis pertahanan kedua yang tetap kokoh meski kata sandi Anda sudah terkompromikan.
Akun lebih sulit dibobol
Riset dari ShadowSafe menguraikan bahwa akun yang mengaktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) hampir mustahil untuk dijebol.
Bahkan jika peretas berhasil mendapatkan kata sandi Anda, mereka tetap akan terhenti di langkah verifikasi berikutnya karena tidak memiliki akses ke kode yang hanya muncul di perangkat Anda.
Selain itu, 2FA juga memperlambat pergerakan peretas saat mencoba menerobos akun atau sistem secara berantai, memberi waktu bagi tim keamanan untuk mendeteksi dan merespons ancaman lebih cepat.
Ribuan bisnis masih rentan karena mengabaikannya
Meski manfaatnya sudah terbukti dan komunitas keamanan siber terus menyuarakannya, kenyataannya masih banyak organisasi yang belum mengaktifkan 2FA pada akun-akun penting mereka. Ini menjadikan mereka sasaran empuk yang sebenarnya bisa dihindari.
Satu akun tanpa proteksi yang berhasil dibobol bisa menjadi pintu masuk ke seluruh sistem perusahaan. Mulai dari data pelanggan, dokumen internal, hingga akses ke sistem keuangan.
Mudah diterapkan, tanpa biaya besar Salah satu alasan yang sering dikemukakan untuk tidak mengaktifkan 2FA adalah kerumitan dan biaya implementasi. Padahal, anggapan itu keliru. 2FA tidak memerlukan perangkat keras khusus maupun investasi besar.
Cukup dengan aplikasi autentikator seperti Microsoft Authenticator atau Google Authenticator yang bisa diunduh gratis, perlindungan ekstra langsung bisa aktif dalam hitungan menit.
Justru yang jauh lebih mahal dan merepotkan adalah menghadapi konsekuensi ketika akun penting Anda berhasil dibobol.
Baca juga: Masuk Gmail dan YouTube Bakal Wajib 2FA, Tidak Bisa Cuma Password
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #akun #bisa #dibobol #meski #password #kuat #pentingnya