Artemis II Dipasangi 28 Kamera Luar-Dalam, Mulai dari GoPro, iPhone, hingga Nikon Lawas
- Pesawat ruang angkasa Orion yang berperan meluncurkan misi perjalanan ke Bulan Artemis II, dilengkapi dengan puluhan kamera, termasuk kamera DSLR, kamera aksi, hingga kamera smartphone.
Setidaknya, 28 kamera terpasang di kabin maupun bodi luar pesawat, meningkat dari 24 kamera dalam misi Artemis I.
Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya juga merupakan kamera genggam yang dioperasikan oleh astronot.
Semua kamera tersebut berperan menangkap setiap sudut yang dilalui misi Artemis II.
Baca juga: Artemis II Resmi Meluncur, Manusia Kembali ke Bulan setelah 50 Tahun
Nikon D5 dan Z9
Dalam misi Artemis II, lembaga penerbangan dan antariksa AS, NASA tetap mengandalkan kamera DSLR lawas, yakni Nikon D5 yang rilis tahun 2016.
Meski sudah berusia hampir satu dekade, kamera ini telah dipakai di luar angkasa, sehingga ketahanannya sudah terbukti terhadap radiasi tinggi dan zero gravity (gravitasi nol), atau keadaan tanpa bobot di mana efek gravitasi tidak dirasakan, membuat benda atau manusia seolah-olah melayang.
NASA juga membawa kamera mirrorless modern, yaitu Nikon Z9. Kamera ini belum pernah dipakai ke luar angkasa sebelumnya. Kali ini, kamera ini dilibatkan di Artemis II demi pengujian dan persiapan misi Artemis III mendatang.
Untuk Artemis III, Nikon Z9 akan dimodifikasi berdasarkan Perjanjian Undang-Undang Antariksa antara Nikon dan NASA.
Lewat kerja sama itu, para insinyur akan mendesain ulang sirkuit kamera agar lebih tahan terhadap radiasi kosmik, hingga mengembangkan firmware khusus untuk mengoptimalkan kamera saat dipakai di luar angkasa.
Selain itu, para insinyur juga membuat handle khusus agar astronot dapat mengoperasikan kamera sembari memakai sarung tangan, bagian dari perlengkapan pakaian mereka.
GoPro
Artemis II juga dibekali beberapa unit GoPro yang beberapa di antaranya dimodifikasi dan dipasang di bagian luar Orion, termasuk di sayap panel surya.
Kamera ini bertugas merekam pesawat luar angkasa, Bumi, hingga Bulan dari antariksa.
Selain itu, astronot juga menggunakan GoPro di dalam kabin untuk merekam aktivitas harian mereka selama misi.
Rekaman ini akan digunakan dalam proyek dokumenter bersama National Geographic berjudul Return to the Moon.
Bahkan, para astronot telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menggunakan kamera POV tersebut, sehingga mereka berperan ganda sebagai penjelajah sekaligus pembuat film, dilansir Digital Camera World.
Baca juga: Kru Artemis II Bawa Kamera Nikon Lawas ke Bulan, Ini Alasannya
iPhone 17 Pro Max
NASA mengizinkan penggunaan smartphone pribadi dalam misi ini. Hal ini menjadikan Artemis II sebagai salah satu misi awal yang melibatkan penggunaan ponsel untuk dokumentasi di luar angkasa.
Video yang dibagikan pengguna dengan handle @OwenSparks di X/Twitter menunjukkan iPhone 17 Pro Max yang melayang di antara astronot, akibat tidak adanya gravitasi.
The Artemis crew tossing around their iPhones, floating in zero gravity ???? https://t.co/8Xzjm5Njgz pic.twitter.com/mjghv2fz1I
— Owen Sparks (@OwenSparks) April 2, 2026
Sebelum diizinkan dibawa ke luar angkasa, iPhone tersebut harus melalui serangkaian pengujian ketat oleh NASA.
Pengujian ini mencakup aspek keselamatan, seperti potensi pecahan kaca jika perangkat rusak, serta mitigasi risiko lainnya.
Dalam kondisi mikrogravitasi (zero gravity), iPhone dipasang menggunakan Velcro (perekat dua sisi) agar tidak melayang bebas di dalam kabin. Saat peluncuran, setidaknya satu unit juga disimpan di saku baju luar angkasa milik kru.
Meski sudah berada di luar angkasa, fungsi iPhone tetap dibatasi. Perangkat ini hanya digunakan untuk mengambil foto dan video, tanpa akses ke internet. Fitur konektivitas seperti Wi-Fi dan Bluetooth juga dinonaktifkan selama misi berlangsung.
Adapun misi Artemis II saat ini masih dalam tahap eksplorasi, di mana total perjalanan menghabiskan waktu sekitar 10 hari sejak rilis 1 April 2026.
Misi ini akan tercatat sebagai penerbangan berawak dengan kecepatan tercepat dalam sejarah, sekitar 25.000 mil per jam, khususnya setelah pesawat Orion kembali ke Bumi.
Sebagai informasi, selama ini misi berawak tercepat saat re-entry (masuk kembali ke Bumi) berasal dari program Apollo, yang kembali dari Bulan dengan kecepatan sekitar 24.000 mil per jam.
Tag: #artemis #dipasangi #kamera #luar #dalam #mulai #dari #gopro #iphone #hingga #nikon #lawas