Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
Ilustrasi logo Intel(Rubaitul Azad)
07:09
6 April 2025

Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS

- Dua perusahaan semikonduktor kenamaan di dunia, yaitu Intel dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) disebut telah mencapai kesepakatan awal untuk membentuk sebuah perusahaan gabungan (joint venture) di Amerika Serikat (AS). 

Kehadiran perusahaan gabungan ini diharapkan dapat membantu Intel meningkatkan kapasitas manufaktur dan kualitas chip mereka, sekaligus memperkuat posisi AS dalam industri semikonduktor global.

Nah, rumor mengenai kesepakatan awal (preliminary agreement) antaran Intel dan TSMC ini mencuat berdasarkan sejumlah sumber industri yang berbicara dalam laporan TheInformation yang dihimpun Reuters baru-baru ini.

Dalam laporan itu, disebutkan bahwa TSMC nantinya akan memiliki 20 persen saham dalam perusahaan joint venture yang namanya masih misterius tersebut. Kemudian sisanya akan dimiliki oleh perusahaan lain yang berinvestasi di perusahaan ini.

Belum ada informasi berapa persen saham yang akan dimiliki Intel. Belum ada kejelasan juga siapa saja yang akan berinvestasi di perusahaan joint venture tersebut.

Namun, ada kabar bahwa beberapa perusahaan semikonduktor terkenal lainnya yang ada di dunia, yaitu Nvidia, AMD, Broadcom, hingga Qualcomm akan memiliki sedikit saham dari perusahaan joint venture AS yang akan dioperasikan Intel ini.

Pasalnya, TSMC pada Maret lalu dikabarkan telah melakukan pendekatan pada perusahaan-perusahaan teknologi ini supaya mereka mengucurkan investasi ke dalam perusahaan joint venture buatan Intel dan TSMC. 

Meski demikian, Intel, TSMC, dan semua perusahaan yang disebutkan di atas belum mengonfirmasi atau membenarkan kabar terkait perusahaan joint venture yang akan bermarkas di AS ini. 

Dorongan pemerintah AS

Ilustrasi logo IntelMobileSyrup Ilustrasi logo Intel

Kendati belum jelas, pembuatan perusahaan joint venture ini kabarnya didorong oleh keinginan pemerintah AS, yaitu Gedung Putih dan Departemen Perdagangan AS untuk menyelamatkan Intel dari keterpurukan dalam beberapa tahun terakhir.   

Salah satu pemicunya adalah laporan keuangan Intel 2024 lalu yang mencatatkan kerugian mencapai 18,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 311,3 triliun), terbesar sejak 1986.

Untuk bangkit dari posisi terendahnya, Intel, dibantu pemerintah AS, memiliki sejumlah strategi, salah satunya adalah menghadirkan pabrik-pabrik baru di sejumlah wilayah, serta pembentukan joint venture seperti disebutkan di atas.

Nantinya, pabrik-pabrik baru ini diprediksi akan bisa memanufaktur aneka chip canggih dengan teknologi fabrikasi terkini. 

Intel juga melakukan sejumlah restrukturisasi perusahaan dan mengubah strategi mereka untuk tahun 2025 ini, yaitu untuk fokus pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan data center.

Supaya strategi ini lancar, Intel juga menujuk CEO baru pada 13 Maret 2025 lalu, yaitu Lip-Bu Tan. Tan dipercaya menjadi bos Intel karena sebelumnya ia, sebagai CEO, sempat melancarkan bisnis perusahaan desain chip Cadence Design System. 

Pada 18 Maret 2025 lalu, Lip-Bu Tan mengumumkan strategi untuk mengembalikan Intel ke masa kejayaannya, yaitu menjadikan Intel sebagai pemimpin dalam industrik semikonduktor.

Strategi yang digaungkan dia adalah fokus pada inovasi, kolaborasi, restrukturisasi, bisnis foundry, serta data center dan AI, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TomsHardware, Minggu (6/4/2025).

Editor: Bill Clinten

Tag:  #intel #tsmc #sepakat #bikin #perusahaan #chip #gabungan

KOMENTAR