Presiden Barcelona Bertemu dengan Presiden LaLiga dan Pejabat China, Bahas Apa?
Markas latihan Barcelona, Ciutat Esportiva Joan Gamper, baru-baru ini menerima kunjungan istimewa dari delegasi tingkat tinggi pemerintah Cina.
Kunjungan ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh-tokoh penting sepak bola dari Negeri Tirai Bambu serta petinggi sepak bola Spanyol.
Agenda pertemuan di fasilitas Barcelona tersebut berfokus pada studi mendalam mengenai metodologi pengembangan pemain muda yang diterapkan klub.
Hal ini tidak lepas dari reputasi akademi La Masia yang kini dinobatkan sebagai akademi sepak bola paling berharga di dunia.
Disambut Joan Laporta dan Javier Tebas
Baca juga: Barcelona Tak Mau Bayar Mahar Permintaan Man United, Marcus Rashford Kembali ke Old Trafford?
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Rabu waktu setempat, Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyambut langsung rombongan ekspedisi yang berjumlah 30 orang tersebut.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan ini adalah Presiden LaLiga atau operator Liga Spanyol (LaLiga), Javier Tebas.
Delegasi dari China dipimpin oleh tokoh-tokoh prominen, termasuk Shen Yiqin, yang merupakan anggota Dewan Negara sekaligus pejabat tinggi yang membawahi urusan sepak bola di China.
Selain itu, hadir pula Song Kai, Presiden Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA).
Tujuan utama kedatangan mereka adalah untuk mempelajari metodologi latihan Barça yang tersohor dan mengadopsi prinsip-prinsip tersebut ke dalam program sepak bola nasional China.
Agenda kunjungan diisi dengan berbagai kegiatan padat, termasuk seminar bertajuk "Pengembangan Bakat Sepak Bola Remaja" di mana klub memaparkan karakteristik model La Masia.
Selain diskusi teori, delegasi juga menyaksikan bukti nyata pembinaan usia muda melalui pertandingan persahabatan antara tim Juvenil B Barcelona melawan Timnas U17 China.
Baca juga: Punya DNA La Masia dan Sukses di Como, Fabregas Dilirik Barcelona Gantikan Hansi Flicr Tebas
La Masia Akademi Paling Bernilai di Dunia
Presiden LaLiga, Javier Tebas.
Ketertarikan dunia internasional, termasuk pemerintah China, terhadap Barcelona didasari oleh kesuksesan La Masia dalam mencetak talenta kelas wahid.
Laporan terbaru dari CIES Football Observatory menempatkan akademi milik Blaugrana ini di peringkat teratas dunia dalam hal nilai transfer agregat pemain lulusan yang masih terikat kontrak.
Berdasarkan data tersebut, nilai pasar talenta binaan Barça mencapai angka fantastis sebesar 738 juta euro (setara Rp 14,6 triliun).
Angka ini didorong oleh kemunculan generasi emas baru di bawah asuhan pelatih Hansi Flick, seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Gavi, Fermin Lopez, dan Alejandro Balde yang kini menjadi pilar tim utama.
Nilai tersebut jauh melampaui pesaing terdekat mereka. Sebagai perbandingan, gabungan nilai akademi Manchester City (286 juta euro) dan Bayern Muenchen (284 juta euro) masih belum bisa menyamai valuasi talenta yang dimiliki raksasa Liga Spanyol tersebut.
Baca juga: Barcelona Tumbangkan Penakluk Madrid, Yamal Punya Catatan Spesial
Bahkan, Lamine Yamal sendiri kini memiliki nilai pasar mencapai 200 juta euro menurut Transfermarkt.
Kesenjangan nilai yang besar antara Barcelona dengan klub-klub top Eropa lainnya, seperti Real Madrid, Arsenal, hingga PSG, menegaskan dominasi strategi pembinaan pemain muda klub Catalan tersebut.
Tag: #presiden #barcelona #bertemu #dengan #presiden #laliga #pejabat #china #bahas