Rekor Buruk Jose Mourinho vs Real Madrid, Alvaro Arbeloa Kasih Pernyataan Mengejutkan
- Alvaro Arbeloa, pelatih Real Madrid, memberikan penghormatan emosional kepada mentornya, José Mourinho, sebelum laga krusial Liga Champions melawan Benfica.
- Real Madrid butuh kemenangan di Estadio da Luz untuk mengamankan otomatis lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
- Pertandingan ini spesial karena mempertemukan Arbeloa dan Mourinho, di mana Arbeloa mengakui fondasi kesuksesan Madrid dibangun Mourinho.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memberikan penghormatan penuh emosional kepada mantan mentornya, José Mourinho, menjelang laga krusial Liga Champions melawan Benfica.
Arbeloa menegaskan bahwa Mourinho selamanya akan menjadi bagian dari Real Madrid, meski kini sang pelatih Portugal menangani klub asal Lisbon tersebut.
Real Madrid datang ke Estadio da Luz dengan posisi kuat di klasemen fase liga Liga Champions.
Los Blancos saat ini berada di peringkat ketiga dari 36 tim dan hanya membutuhkan kemenangan untuk mengamankan tiket delapan besar sekaligus lolos otomatis ke babak 16 besar.
Di sisi lain, Benfica berada dalam tekanan besar. Klub Portugal itu terpuruk di posisi ke-29 dengan enam poin dari tujuh laga, dan wajib meraih kemenangan jika masih ingin menjaga peluang lolos ke fase play-off.
Pertandingan ini menjadi spesial karena mempertemukan Arbeloa dengan mantan pelatihnya sendiri, Jose Mourinho, sosok yang sangat berpengaruh dalam kariernya saat masih berseragam Real Madrid.
PerbesarJose Mourinho melatih Benfica. (Instagram/@slbenfica)Arbeloa tercatat tampil dalam 121 pertandingan di bawah asuhan Mourinho, dengan koleksi gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.
Kini, untuk pertama kalinya, keduanya berdiri berseberangan di pinggir lapangan sebagai pelatih kepala.
“Sejak hari pertama saya jadi pelatih, saya sudah bilang, tidak akan pernah ada yang seperti Jose,” ujar Arbeloa dilansir dari Beinsports.
“Jose akan selalu menjadi bagian dari kami. Siapa pun yang mencoba menirunya pasti gagal. Kesuksesan saya adalah menjadi diri saya sendiri.”
Arbeloa juga menyebut Mourinho sebagai role model dalam karier kepelatihannya, meski mengaku tidak sering meminta saran secara langsung.
“Saya tahu siapa Mourinho dan seperti apa hidupnya. Saya paham kenapa dia sering ganti nomor telepon,” katanya sambil tersenyum.
“Saya berusaha tidak terlalu mengganggunya. Tapi dia tipe teman yang meski lama tak bicara, kalau ditelepon jam 3 pagi, pasti akan angkat.”
Laga ini juga menjadi simbol sejarah bagi Real Madrid.
Estadio da Luz adalah stadion tempat Madrid meraih La Decima (gelar Liga Champions ke-10) pada 2014, usai mengalahkan Atletico Madrid 4-1 di final.
Menariknya, fondasi kesuksesan era tersebut disebut Arbeloa telah dibangun oleh Mourinho, meski trofi itu diraih setahun setelah sang pelatih hengkang.
“Mourinho memang tidak ada saat trofi itu diraih, tapi fondasinya dia yang bangun. Itu tidak bisa dipungkiri,” tegas Arbeloa.
“Dia telah, sedang, dan akan selalu menjadi bagian dari Real Madrid.”
Secara statistik, Mourinho justru memiliki rekor buruk melawan Real Madrid sebagai pelatih.
Ia belum pernah menang dalam lima pertemuan melawan mantan klubnya (1 imbang, 4 kalah), menjadikan Madrid sebagai tim yang paling sering ia hadapi tanpa pernah meraih kemenangan.
Tag: #rekor #buruk #jose #mourinho #real #madrid #alvaro #arbeloa #kasih #pernyataan #mengejutkan