



Menparekraf Dukung Pengembangan Desa Wisata di Ibu Kota Nusantara
Menparekraf menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi desa wisata di Indonesia, termasuk yang berlokasi di Kalimantan Timur dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal ini terkait dengan upaya pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di sekitar IKN.
Dengan mengusung konsep pariwisata berbasis green tourism dan berkelanjutan, desa wisata di Kalimantan Timur akan terus didorong dalam pengembangan destinasi yang berkualitas.
Meskipun potensi desa-desa wisata di Kalimantan Timur sangat besar, namun masih kurang dikenal oleh sebagian besar masyarakat maupun wisatawan.
Beberapa desa wisata di Kalimantan Timur telah menunjukkan potensi besar mereka dengan masuk ke dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta) dan berpotensi untuk mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Dikutip dari kemenparekrafgo, Rabu (10/4) Berikut adalah daftar desa wisata di Kalimantan Timur yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) beserta potensi yang dimiliki:
Desa Wisata Nipah-Nipah
Desa ini memiliki potensi pariwisata yang besar termasuk pantai populer seperti Pantai Sipakario, yakni pantai populer di Kabupaten Penajam Paser Utara yang terkenal dengan pasir putih dan air laut yang jernih.
Ditambah lagi, deburan ombaknya juga tidak terlalu besar, sehingga sangat cocok untuk dijadikan destinasi liburan keluarga dan berbagai destinasi wisata lainnya. Jaraknya tidak terlalu jauh hanya sekitar 52 km dari IKN.
Desa Wisata Bangun Mulya
Merupakan salah satu destinasi wisata dengan potensi besar di Kalimantan Timur. Potensi ini meliputi beragam atraksi budaya dan kesenian yang telah diwariskan secara turun-temurun di desa ini.
Beberapa di antaranya termasuk penyelenggaraan festival besar seperti Buen Festival (Festival Kebaikan), sebuah festival seni budaya tahunan yang menjadi acara terbesar di Desa Bangun Mulya.
Di samping Buen Festival, desa ini juga menggelar sejumlah festival budaya menarik lainnya seperti Festival Kaki Gunung, Festival Sedekah Bumi, Festival Malam Tahun Baru, dan berbagai festival lainnya.
Diharapkan bahwa keberadaan festival-festival tahunan ini akan menjadi daya tarik pariwisata yang dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Wisata Bangun Mulya.
Desa Wisata Muara Enggelam
Selanjutnya Muara Enggelam, des aini dikenal sebagai Desa di Atas Air dan terletak di tengah Danau Melintang.
Desa ini memiliki potensi dalam pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara mandiri dan berhasil meraih predikat sebagai desa percontohan.
Desa Wisata Pela
Kemudian Desa Wisata Pela, desa ini memiliki daya tarik utama berupa konservasi perairan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dan kelestarian Pesut Mahakam, yang termasuk dalam kategori hewan dilindungi.
Selain itu, terdapat berbagai potensi budaya seperti Tarian Jepen yang menceritakan tentang profesi nelayan mencari ikan di danau dengan penuh suka cita dan seni bela diri Kuntau.
Desa Wisata Mentawir
Yang terakhir yakni Mentawir, desa ini menawarkan keindahan alam hutan tropis dan hutan mangrove, serta aktivitas arung jeram di Sungai Mentawir.
Desa ini juga memiliki budaya yang kental dan produk ekonomi kreatif seperti sirup mangrove dan kerajinan tangan dari bambu.
Dalam penjelasannya, Menparekraf juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung pengembangan potensi desa wisata di Kalimantan Timur untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar IKN
Tag: #menparekraf #dukung #pengembangan #desa #wisata #kota #nusantara