

Prof Mahfud MD. (akun X @mohmahfudmd)


Pesan Mahfud MD Setelah Dicabutnya Pramuka sebagai Eskul Wajib: Pramuka Mencerdaskan Kehidupan Siswa
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini menerbitkan peraturan menteri terbaru terkait kurikulum untuk jenjang pendidikan PAUD hingga sekolah menengah. Lewat Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, Pramuka ditempatkan sebagai kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik. Peraturan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 25 Maret 2024 dan mulai berlaku sejak tanggal diundangkannya yakni 26 Maret 2024. Peraturan ini otomatis menganulir Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Lantas itu menjadi perbincangan, baik di kalangan akademisi ataupun masyarakat pada umumnya, tak terkecuali Prof Mahfud MD. Melalui unggahan akun X pribadinya, Ia berpesan kepada Mendikbudristek, Nadiem Makarim agar kegiatan Pramuka tetap diberikan tempat penting di sekolah. "Mendikbud-Ristek Pak Nadiem Makarim Yth. Mhn dipertimbangkan agar Pramuka tetap diberi tempat penting di sekolah kita. Jadikan Pramuka sbg Ekskul wajib," tulis Mahfud MD pada akun Xnya @mohmahfudmd, pada (4/4).
Lebih lanjut ia membagikan pengalamannya selama berkecimpung di dunia kepanduan dan ketika ia menjadi Menkopolhukam untuk memajukan eskul ini. "Sy alumni Pramuka Gudep 449 Yogyakarta. Saat di Polhukam saya malah mengusulkan agar Pramuka dikuatkan posisinya dan dinaikkan aggarannya," tambahnya. Ia juga berpendapat bahwa pramuka dapat meningkatkan dan menambah pemahaman filosofi pendidikan di Indonesia demi mencerdaskan siswa. "Filosofi pendidikan kita mencerdaskan kehidupan yg mencakup "otak" dan "watak", intelektualitas dan moralitas, skill dan kelembutan hati. "Di Pramuka anak-anak mendapatkan persahabatan, cinta sesama, cinta alam, cinta tanah air, dan lain-lain yang manusiawi dan Indonesiawi. Tolong, Pak," pungkasnya.
Lebih lanjut ia membagikan pengalamannya selama berkecimpung di dunia kepanduan dan ketika ia menjadi Menkopolhukam untuk memajukan eskul ini. "Sy alumni Pramuka Gudep 449 Yogyakarta. Saat di Polhukam saya malah mengusulkan agar Pramuka dikuatkan posisinya dan dinaikkan aggarannya," tambahnya. Ia juga berpendapat bahwa pramuka dapat meningkatkan dan menambah pemahaman filosofi pendidikan di Indonesia demi mencerdaskan siswa. "Filosofi pendidikan kita mencerdaskan kehidupan yg mencakup "otak" dan "watak", intelektualitas dan moralitas, skill dan kelembutan hati. "Di Pramuka anak-anak mendapatkan persahabatan, cinta sesama, cinta alam, cinta tanah air, dan lain-lain yang manusiawi dan Indonesiawi. Tolong, Pak," pungkasnya.
Editor: Nicolaus Ade
Tag: #pesan #mahfud #setelah #dicabutnya #pramuka #sebagai #eskul #wajib #pramuka #mencerdaskan #kehidupan #siswa