Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim. [Suara.com/Alfian Winanto]
11:40
2 Juni 2026

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

Mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menyampaikan pleidoi yang memilukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dengan suara tenang namun sarat beban, Nadiem membuka kesaksian batinnya sejak pertama kali merasakan dinginnya tembok tahanan.

“Di masa awal tahanan, dunia terasa seperti sudah berakhir. Saya sendirian dalam kurungan isolasi, seolah dibuang begitu saja,” tuturnya.

Ia mengisahkan momen-momen dini hari yang paling menyiksanya, saat batas antara mimpi dan kenyataan terasa begitu tipis.

“Kadang saya terbangun di tengah malam, di rumah tahanan. Dalam sekejap, saya mengira ini hanya mimpi buruk dan sebentar lagi akan dibangunkan istri saya. Tapi yang saya lihat, justru jeruji besi,” Nadiem menambahkan.

Namun baginya, siksaan terbesar bukan berasal dari hilangnya kebebasan fisik, melainkan dari bayang-bayang ketidakpastian yang tak pernah pergi.

“Penyiksaan terbesar bukan karena dirampas kebebasan, tapi ketidakpastian yang menghantui pikiran dari pagi sampai malam,” ungkap Nadiem.

"Bagaimana keluarga saya, apa yang akan terjadi besok, apa dunia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Penjara di dalam kepala kita jauh lebih menyakiti," lanjutnya.

Nadiem Makarim (tengah) memeluk pengemudi Gojek seusai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Antara)Nadiem Makarim (tengah) memeluk pengemudi Gojek seusai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Antara)

Di titik paling gelap itu, ia mengaku menemukan pegangan yang tak terduga.

“Saya menemukan cahaya baru. Penjara mengajarkan saya untuk dapat beriman dalam ketidakpastian. Karena itu, saya dapat berdiri hari ini tanpa rasa takut, siap menghadapi apa pun yang Allah akan berikan kepada saya,” kisah Nadiem.

Nadiem menutup bagian emosional pleidoinya dengan pernyataan yang disampaikannya dengan lantang dan tegak.

“Hati nurani saya bersih, karena kebenaran ada di sisi saya,” tegasnya.

Nadiem sendiri tengah menghadapi tuntutan 27,5 tahun penjara dalam perkara pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan yang ia pimpin hingga 2024.

Editor: Dwi Bowo Raharjo

Tag:  #mimpi #buruk #yang #nyata #nadiem #ceritakan #malam #malam #terberat #balik #jeruji

KOMENTAR