Kementan: Indonesia Butuh 1,4 Juta Sapi Perah untuk Swasembada Susu
Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut, Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,4 juta ekor sapi perah untuk mencapai swasembada susu.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan Makmun, mengatakan untuk mencapai swasembada susu dibutuhkan populasi 2 juta ekor sapi perah.
Saat ini, populasi sapi perah dalam negeri baru mencapai 540.657 ekor.
Baca juga: Program MBG Dongkrak Kebutuhan Susu, Produksi Lokal Baru Penuhi 20 Persen
Ilustrasi sapi perah.
“Nah ini target kalau mau swasembada lebih kurang kita butuh sapi itu sekitar populasi 2 juta, dari sekarang 540.000 berarti masih sekitar 1 juta lebih Bu yang kita perlukan,” kata Makmun dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara di Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Makmun menyebut, Kementan menghitung, populasi 2 juta ekor sapi dibutuhkan karena laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, rata-rata tingkat produktivitas sapi perah dalam negeri 12,5 liter per ekor dalam sehari.
Jika produktivitas itu bisa ditingkatkan hingga 15 atau 20 liter per ekor dalam sehari jumlah populasi yang dibutuhkan kurang dari 2 juta ekor.
“Jadi paling tidak kalau dapat 1 juta produktivitas per ekornya dinaikkan maka kita akan bisa swasembada,” ujar Makmun.
Baca juga: Wonosobo Didorong Jadi Sentra Susu Nasional, Peluang Investasi Terbuka Lebar
Menurut Makmun, saat ini peternak tidak lagi khawatir produksi susunya tidak terserap pasar seperti beberapa tahun silam.
Sebab, Presiden Prabowo Subianto mewajibkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan susu dua kali dalam sepekan.
Kehadiran program tersebut menjadi jaminan offtaker bagi peternak maupun investor peternakan sapi perah.
Ilustrasi susu.
“Nah susu apa yang diakomodir itu kan tidak hanya UHT, artinya kan bisa pasteurisasi, bisa susu sterilisasi. Kalau pasteurisasi dan sterilisasi saya kira dengan modalnya koperasi ini bisa dibuat,” tutur Makmun.
Baca juga: Polemik Susu MBG di Minimarket, Produsen dan BGN Buka Suara
Guna menambah populasi sapi perah dalam negeri, pada tahun lalu Indonesia mengimpor hampir 15.000 ekor sapi bunting.
Menurut Makmun, jumlah tersebut merupakan capaian impor sapi paling banyak sepanjang sejarah tanah air.
“Sekarang sudah punya anak, ya anggap saja 50 persen betina 50 persen jantan berarti ada sekitar 7.000 lebih lah yang jantan eh yang betina, ya itu bisa beregenerasi terus di samping yang populasi yang ada di dalam negeri,” kata dia.
Indonesia saat ini belum mencapai swasembada susu dan masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi sekitar 70 hingga 80 persen kebutuhan nasional.
Baca juga: Ultrajaya Hentikan Pasokan ke Pemasok Susu MBG yang Dijual di Minimarket
Untuk mengejar target kemandirian susu, pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi perah.
Pemerintah menargetkan untuk mencapai swasembada susu seiring dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.
Tag: #kementan #indonesia #butuh #juta #sapi #perah #untuk #swasembada #susu