PLN Pastikan Listrik di Sumatera Pulih 100 Persen Usai Blackout
PT PLN memastikan pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah kembali normal 100 persen setelah terjadi pemadaman listrik atau blackout massal pada Jumat (22/5/2026).
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin saat menyampaikan hasil identifikasi dan investigasi awal terkait gangguan kelistrikan di Sumatera, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Saat ini kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera telah berhasil dipulihkan sepenuhnya. Dan berdasarkan keterangan resmi dari PT PLN, pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah kembali normal 100 persen serta beroperasi dengan aman dan stabil," kata Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin.
Baca juga: Bareskrim Ungkap Dugaan Penyebab Kabel Transmisi Putus Pemicu Blackout Sumatera
Menurut dia, investigasi awal dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Umum, Puslabfor Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta perwakilan PT PLN.
Investigasi lapangan dilakukan pada Minggu (24/5/2026) di lokasi tower 175 dan tower 176 jaringan transmisi listrik di Desa Temino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Dari hasil identifikasi awal, diketahui gangguan terjadi pada Jumat sekitar pukul 18.44 WIB di jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh di wilayah Jambi.
Gangguan tersebut diduga dipicu faktor cuaca buruk yang menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera.
Baca juga: PLN Minta Maaf, Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Usai Blackout di Sumatera
Akibatnya, terjadi ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang kemudian memicu trip pembangkit secara berantai hingga menyebabkan blackout di sejumlah wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.
Dalam pemeriksaan di lokasi, tim gabungan menemukan adanya kabel transmisi yang putus di sekitar tower transmisi di Desa Temino.
Meski demikian, kondisi fisik tower secara umum dinyatakan masih baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower.
Baca juga: BEM SI Desak PLN Tanggung Jawab atas Kerugian Akibat Blackout Sumatera
Nunung mengatakan, bagian kabel transmisi yang putus telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut oleh Puslabfor Polri guna mengetahui penyebab pasti kerusakan.
“Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan," tutur Nunung.
Ia juga memastikan bahwa hingga kini tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut.
Baca juga: Bareskrim Polri Selidiki Penyebab Blackout di Sumatera
Menurut Nunung, dugaan sabotase dapat dikesampingkan karena kondisi kabel yang putus tidak menunjukkan bekas potongan rapi.
“Kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut," ungkapnya.
Bareskrim Polri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, termasuk narasi yang menyebut blackout terjadi akibat sabotase.
Tag: #pastikan #listrik #sumatera #pulih #persen #usai #blackout