Tak Hanya Polisi, Kini Tentara Juga Ikut Buru Begal
Ilustrasi TNI(ANTARA FOTO/Khalis Surry)
16:14
23 Mei 2026

Tak Hanya Polisi, Kini Tentara Juga Ikut Buru Begal

JAKARTA, KOMPAS.COM - Kemunculan begal-begal belakangan ini membuat aparat bergerak, tak hanya polisi tapi juga tentara juga ikut memburu.

Keresahan terhadap perampok bersepeda motor mengemuka setelah polisi bernama Brigadir Arya Supena tewas ditembak begal di Lampung, 9 Mei 2026.

Merespons situasi, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, menginstruksikan personelnya untuk menembak di tempat pelaku begal.

Tentu saja tak terbatas di Lampung, begal-begal juga berbuat kriminal di daerah lain termasuk di Jakarta, membuat nyawa korban terancam atau menjadikan warga luka-luka dan kehilangan barang.

Baca juga: Ide Tembak Mati Begal: Anggota DPR Mendukung, Menteri Pigai Menolak

Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya menangkap 173 pelaku kejahatan jalanan dalam tiga pekan terakhir. Begal-begal itu mencuri dengan melakukan kekerasan.

“Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 173 tersangka berhasil diamankan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

TNI ikut buru begal

TNI juga ikut memburu begal. Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin bahkan mengatakan salah satu alasan pembentukan 750 batalyon baru di sekujur negeri ini adalah untuk mengatasi jenis kriminalitas yang satu itu.

"Saya ingin sedikit menyinggung, apa manfaat batalyon infanteri teritorial pembangunan. Apa yang kita lihat sebelum ada batalyon teritorial pembangunan. Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali," ujar Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Pigai Sebut Tembak Begal Langgar HAM, PDI-P: Kan Bisa Ditembak di Kaki...

Sjafrie menjelaskan, setelah TNI menempatkan batalyon dan membangun pangkalan di daerah yang diambilnya sebagai contoh itu, begal dan kriminal seketika hilang di atas 50 persen dari daerah itu.

Sebab, kata dia, tugas batalyon teritorial pembangunan termasuk melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan.

"Membangun sistem keamanan lingkungan, siskamling, yang tadinya itu menurun kemudian hidup kembali. Ini yang yang berkaitan dengan kriminalitas.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 845/Ksatria Satam (KS) di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/3/2026). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 845/Ksatria Satam (KS) di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Begal dan Kriminal Turut Jadi Alasan Menhan Bentuk 750 Batalyon Baru

Di Jakarta, Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) ikut memburu begal dengan menurunkan batalion tempur.

“Kami sudah melaksanakan patroli bersama mulai dari tingkat bawah. Nah, satuan-satuan yang kami libatkan selain dari satuan kewilayahan Koramil, Kodim kami juga melibatkan satuan batalion tempur,” kata Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Arh Noor Iskak, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Iskak mengatakan, keterlibatan TNI dilakukan untuk mendukung pengamanan Jakarta bersama Tim Pemburu Begal yang dibentuk Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Sehingga kehadiran aparat di tengah-tengah masyarakat harapannya adalah bisa memberikan rasa aman dan sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat,” tutur dia.

Tag:  #hanya #polisi #kini #tentara #juga #ikut #buru #begal

KOMENTAR