Iran Sebut Trump Tak Punya Pilihan untuk Damai Selain Terima Tuntutan Teheran
- Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak punya pilihan lain selain menerima tuntutan Teheran.
Menurutnya, kegagalan Washington untuk mematuhi hak Iran sebagai sebuah negara akan menyebabkan lebih banyak kekalahan bagi Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Energi Terguncang akibat Perang Iran, Jerman Dekati Negara Teluk
“Satu-satunya jalan keluar dari perang ketiga yang dipaksakan oleh musuh Amerika-Zionis, baik di medan perang maupun dalam diplomasi, adalah dengan mengamankan tuntutan rakyat Iran,” kata Talaei-Nik kepada kantor berita Tasnim, dilansir Al Jazeera, Sabtu (235/2026).
Dia menambahkan, Trump dapat mencegah kerugian lebih lanjut akibat perang jika mau menerima proposal Iran.
“Sambil menerima proposal Iran, Trump juga harus memperhatikan pencegahan kerugian dan biaya lebih lanjut dalam kelanjutan perang bagi rakyat Amerika dan komunitas internasional,” tambahnya.
Baca juga: Transaksi Senjata AS-Taiwan Disebut Tidak Terkait dengan Perang Iran
Iran minta akhiri perang dan mencabut sanksi
Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menegaskan Teheran tidak mencari konsesi dari AS untuk mengakhiri perang, melainkan hanya menuntut hak.
Esmaeil Baqaei ditunjuk oleh Iran sebagai juru bicara baru tim negosiasi Republik Islam pada hari Jumat (22/5/2026).
"Kami ingin hak-hak kami dipulihkan. Selama lima dekade terakhir, kami berada di bawah apa yang mereka sebut sebagai 'sanksi yang melumpuhkan',” kata Baqaei dilansir CBS News, Jumat.
Baca juga: AS Pertimbangkan Perang Lagi, Wilayah Udara Iran Tiba-tiba Kosong
Ia menegaskan kembali tuntutan Iran untuk kesepakatan mengakhiri perang yang dilancarkan bersama oleh AS dan Israel pada 28 Februari.
Di antaranya adalah "pengakhiran tindakan kriminal Amerika Serikat terhadap rakyat Iran; sanksi harus dicabut, dan aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan dikembalikan ke negara tersebut."
Baqaei juga mengatakan Washington harus mengambil langkah untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian apa pun.
Dia menyebutnya tindakan AS tersebut sama sekali bertentangan dengan hukum internasional.
Baca juga: Delegasi Qatar Diam-diam ke Teheran, Turun Tangan Perundingan Iran-AS
AS bersiap melancarkan serangan militer baru
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.
Sementara itu, pemerintahan Trump pada Jumat (22/5/2026) dikabarkan bersiap untuk melancarkan serangan militer baru terhadap Iran bahkan ketika diplomasi terus berlanjut.
Dilaporkan CBS News, Sabtu, "kondisi yang berkaitan dengan urusan pemerintahan" membuat Presiden Trump tidak dapat menghadiri pernikahan putranya, Donald Trump Jr., akhir pekan ini.
Demikian ia sampaikan dalam sebuah unggahan di media sosial. Semula Trump berencana menghabiskan akhir pekan Memorial Day di lapangan golf miliknya di New Jersey, namun ia kembali ke Gedung Putih.
Beberapa anggota militer dan komunitas intelijen AS membatalkan rencana mereka untuk akhir pekan Memorial Day sebagai antisipasi kemungkinan serangan, menurut beberapa sumber.
Tag: #iran #sebut #trump #punya #pilihan #untuk #damai #selain #terima #tuntutan #teheran