Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor
Foto sebagai ILUSTRASI: Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (11/5/2026). PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Gojek) resmi mengambil langkah strategis dengan menghapus program langganan layanan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi. [Suara.com/Alfian Winanto]
18:52
21 Mei 2026

Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Gojek) resmi mengambil langkah strategis dengan menghapus program langganan layanan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi.

Kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap regulasi terbaru, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur tentang potongan pendapatan mitra pengemudi.

Langkah ini juga diambil setelah pihak aplikator melakukan kajian mendalam terhadap program GoRide Hemat yang telah diuji coba sejak November 2025 dan sempat diperluas ke berbagai wilayah pada Februari 2026 lalu.

Penghapusan layanan "tarif murah" ini nyatanya mendapatkan respon positif dari para mitra pengemudi di lapangan.

Mulyana, seorang pengemudi Gojek yang telah beroperasi sejak 2014 di wilayah Depok dan sekitarnya, mengaku kebijakan ini membawa angin segar bagi kesejahteraan driver.

"Sebenarnya (penghapusan ini) bagus juga sih, jadi bisa membantu driver-driver yang lain, pemasukan gitu," ujar Mulyana saat ditemui Suara.com di Depok, pada Kamis (21/5/2026).

Dampak Terhadap Pendapatan Meskipun baru diberlakukan, Mulyana mengungkapkan mulai merasakan adanya perubahan pada kantongnya.

Ia menaksir ada peningkatan pendapatan meski belum signifikan.

"Ya memang ada sedikit sih (peningkatan penghasilan), ya sekitar 10 persen ke bawah lah," tambahnya.

Terkait kekhawatiran akan berkurangnya jumlah penumpang akibat hilangnya opsi tarif hemat, Mulyana mengaku sejauh ini pesanan yang masuk masih cenderung stabil.

Menurutnya, layanan transportasi daring kini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang mengedepankan efisiensi waktu dibandingkan sekadar harga murah.

"Sebenernya kalau itu kan kebutuhan ya (penggunaan Ojek Online), kalau mereka butuh sebenernya nggak masalah sih, dari saya tanya penumpang malah nggak keberatan (tidak menggunakan goride hemat) Itu kan dia mau cepat aja, yang penting cepat waktu, tepat, dan pelayanannya itu aja," Ujar Mulyana.

Harapan Realisasi Potongan 8 Persen

Di sisi lain, penghapusan GoRide Hemat ini juga membawa harapan baru terkait transparansi potongan komisi oleh aplikator.

Mulyana berharap agar pemerintah dan aplikator benar-benar merealisasikan aturan mengenai batasan potongan pendapatan mitra.

"Kalau bisa masalah orderan ya ditingkatkan dan jangan terlalu dibebankan ke driver. Masalah pemotongan yang baru direalisasi, yang 8 persen itu, semoga benar-benar tercapai dan terlaksana," ungkapnya.

Keputusan Gojek menghapus GoRide Hemat ini dipandang sebagai titik tengah dalam menyeimbangkan antara keterjangkauan harga bagi konsumen dan keberlangsungan pendapatan yang layak bagi mitra pengemudi di tengah regulasi baru yang semakin ketat. (Tsabita Aulia)

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #driver #ojol #senang #goride #hemat #dihapus #pendapatan #naik #orderan #tetap #gacor

KOMENTAR