Timwas DPR Nilai Petugas Haji 2026 Lebih Ramah dan Responsif
Anggota Timwas Haji DPR RI 2026 Nurdin Halid saat berbincang dengan Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 di Arab Saudi.(Dokumentasi DPR RI.)
12:18
21 Mei 2026

Timwas DPR Nilai Petugas Haji 2026 Lebih Ramah dan Responsif

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Nurdin Halid menilai kinerja petugas haji pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 lebih ramah dan responsif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Nurdin mengatakan, perubahan itu sudah terlihat sejak proses keberangkatan jemaah dari Bandara Soekarno-Hatta hingga tiba di Arab Saudi.

“Yang menggembirakan, pendekatan petugas kini lebih dekat, lebih ramah, penuh perhatian dan respek. Petugas bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi melayani dengan hati, terutama terhadap jemaah perempuan dan lansia,” ujar Nurdin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).

“Dari pengamatan saya mulai dari pemberangkatan di bandara Soekarno Hatta sampai kedatangan di Jeddah semuanya berjalan lancar dan baik tanpa kendala yang berarti seperti tahun-tahun sebelumnya,” sambungnya.

Baca juga: Sidak Hotel di Mekkah, Timwas Haji DPR Temukan Kamar Jemaah Banjir-Lift Rusak

Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan juga terlihat dari kebijakan perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama perempuan dan lanjut usia (lansia).

Nurdin mengatakan, pemerintah telah benar-benar menerapkan kebijakan afirmatif dalam bentuk prioritas layanan medis, hingga pendampingan yang lebih masif bagi jemaah lansia.

“Pemerintah juga menerapkan kebijakan penting dan bersifat afirmatif untuk diterapkan yakni mengutamakan perlindungan khusus bagi kelompok rentan, yakni perempuan dan jemaah lanjut usia (lansia). Hal ini mencakup kuota dan prioritas layanan medis, serta pendampingan yang lebih masif,” kata politikus Partai Golkar tersebut.

Selain pelayanan petugas, Nurdin turut menyoroti implementasi layanan Mecca Route atau jalur cepat (fast track) keimigrasian yang mempermudah perjalanan jemaah haji Indonesia.

Dengan skema tersebut, kata Nurdin, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan di bandara keberangkatan di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang setibanya di Arab Saudi.

Baca juga: 1 Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah, Kemenhaj Bentuk Tim Pencarian

“Terobosan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Setelah tiba, jemaah bisa langsung beristirahat tanpa harus melalui proses imigrasi yang panjang,” ungkap Nurdin.

“Selain mempercepat layanan, sistem fast track ini juga membantu mengurangi kepadatan di bandara kedatangan sehingga mobilitas jemaah menjadi lebih lancar,” sambungnya.

Dia berharap peningkatan layanan haji, mulai dari penguatan pendampingan jemaah hingga standar pelayanan administrasi, transportasi, akomodasi, dan katering dapat terus diperluas pada musim haji mendatang.

“Jadi semangatnya bukan hanya menjalankan operasional haji, tetapi memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan dimuliakan selama beribadah,” pungkas Nurdin.

Untuk diketahui, kinerja petugas haji menjadi salah satu catatan dalam laporan hasil kerja Timwas Haji DPR 2025 yang dibacakan saat rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Baca juga: PPIH Bentuk Tim Khusus Layani Jemaah Lansia dan Sakit pada Puncak Haji

Ketua Timwas Haji 2025 sekaligus Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal membeberkan berbagai persoalan di sejumlah sektor layanan haji 2025, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga keimigrasian.

“Masih banyak persoalan yang kami temukan di lapangan. Ini harus menjadi evaluasi serius untuk perbaikan penyelenggaraan haji ke depan,” kata dia.

Di sektor akomodasi, Timwas menemukan sejumlah jemaah tidak mendapatkan tempat menginap sesuai haknya.

Bahkan, beberapa di antaranya harus tidur di mushala atau menumpang di hotel lain.

“Banyak jemaah dan beberapa hari harus menginap tidak di hotelnya, di mushala-mushala dan menumpang di hotel yang lain,” ungkap Cucun.

Layanan konsumsi pun tidak luput dari sorotan.

Baca juga: Haji 2026: Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah Kini Tercover 5G Penuh

Timwas menilai, makanan yang disediakan tidak sesuai kontrak dan melanggar ketentuan Panitia Kerja (Panja) Haji Komisi VIII DPR.

“Masih ada jemaah haji yang tidak mendapatkan layanan konsumsi sesuai dengan yang ditentukan, khususnya pada saat puncak Arafah dan Mina,” ujar Cucun.

Permasalahan juga terjadi dalam aspek transportasi, khususnya pada fase perjalanan Arafah-Muzdalifah-Mina.

Keterlambatan penjemputan jemaah menyebabkan efek domino terhadap gelombang keberangkatan selanjutnya.

“Bahkan, pada tanggal 9 Zulhijah, puncak jemaah haji, masih ditemukan jemaah yang belum terangkut sampai jam 11.00 waktu Arab Saudi,” ujar Cucun.

Selain itu, kinerja petugas haji juga dinilai belum optimal.

Hal ini berpengaruh pada kualitas layanan secara keseluruhan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan.

Tag:  #timwas #nilai #petugas #haji #2026 #lebih #ramah #responsif

KOMENTAR