Kemlu Komunikasi Langsung dengan Perompak Somalia Penyandera WNI
Menlu Sugiono saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
20:46
20 Mei 2026

Kemlu Komunikasi Langsung dengan Perompak Somalia Penyandera WNI

- Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan komunikasi langsung dengan perompak Somalia yang menyandera empat warga negara Indonesia (WNI).

Sugiono mengatakan, komunikasi itu dilakukan dalam rangka mengupayakan penyelamatan para WNI di Kapal MT Honour 25 yang hingga kini disandera di perairan Somalia.

“Kalau ini kasusnya memang ya penyanderaan gitu, ya hostage situation, ya. Jadi, kita juga sudah melakukan komunikasi termasuk dengan pembajak itu sendiri,” ujar Sugiono, saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dia mengatakan, pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan sejumlah perwakilan RI di luar negeri untuk mengupayakan penyelamatan dan sekaligus menjadi keselamatan para korban.

Baca juga: Kilas Balik Penyelamatan WNI dari Perompak Somalia di MV Sinar Kudus

Menurut Sugiono, koordinasi tersebut dilakukan dengan Kedutaan Besar RI di Nairobi, Kenya, Kedutaan RI di Pakistan, hingga Konsulat Jenderal RI di Karachi.

“Jadi, ada beberapa kedutaan kita yang terlibat, kedutaan kita di Nairobi, kemudian dalam rangka penyelamatan dan pengamanannya kita juga berkoordinasi dengan kedutaan kita di Pakistan, kemudian Konsulat Jenderal kita di Karachi,” kata dia.

Sugiono juga mengakui sudah ada pembahasan terkait permintaan dari pihak perompak.

Namun, dia belum menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

“Itu masih di, itu masih dibahas,” kata Sugiono.

Sebelumnya diberitakan, empat WNI masih berada dalam penyanderaan perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026.

Baca juga: Kemenlu: 4 ABK WNI yang Disandera di Perairan Somalia Sehat dan Tetap Digaji

Salah satu korban penyanderaan adalah Kapten Ashari Samadikun (33), pelaut asal Sulawesi Selatan, yang menakhodai kapal tanker Honour 25 berbendera Uni Emirat Arab.

Selain Ashari, tiga WNI lain yang ikut disandera ialah Wahudinanto, Adi Faizal, dan Fiki Mutakin.

Kapal tersebut membawa total 17 kru yang terdiri dari empat WNI, 10 warga Pakistan, serta masing-masing satu warga Myanmar, Sri Lanka, dan India.

Tag:  #kemlu #komunikasi #langsung #dengan #perompak #somalia #penyandera

KOMENTAR