Kepala BGN Sarankan Kampus Punya Minimal Satu SPPG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap urgensi dari pembelian 21.800 sepeda motor listrik(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
15:06
29 April 2026

Kepala BGN Sarankan Kampus Punya Minimal Satu SPPG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyarankan setiap perguruan tinggi mempunyai setidaknya satu unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Dadan, program MBG mulai menunjukkan efek domino yang tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi produktif.

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri," ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang dihadiri para rektor dari 24 PTN-BH di Makassar, dikutip dari siaran pers, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Bos BGN: Suspend Mayor SPPG Dipastikan Tak Terima Insentif

Dadan mengatakan, satu unit SPPG bisa dijadikan simpul ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar, bukan cuma berfungsi sebagai dapur penyedia MBG.

Untuk memenuhi kebutuhan satu SPPG, dibutuhkan setidaknya 8 hektar lahan sawah untuk suplai beras, serta sekitar 19 hektar lahan jagung guna mendukung kebutuhan pakan ternak.

Satu SPPG juga membutuhkan sekitar 4.000 ayam petelur untuk memastikan ketersediaan protein hewani setiap hari.

Baca juga: Perputaran Ekonomi Lewat MBG, Kepala BGN Sebut Rp 249 Triliun Anggaran Ngalir ke Daerah

"Kalau ingin telurnya dipasok sendiri, maka harus ada sekitar 3.700 sampai 4.000 ayam petelur untuk satu SPPG," ujar Dadan.

Dadan menilai, kebutuhan besar tersebut membuka peluang bagi kampus untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik lapangan.

"Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek nyata," kata dia.

Baca juga: BGN Tetap Beri Insentif Rp 6 Juta per Hari ke 1.720 SPPG yang Ditutup Sementara, Untuk Apa?

Selain itu, SPPG dapat menjadi laboratorium hidup bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasi.

Mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok, seluruhnya dapat diuji dan diterapkan secara langsung di lapangan.

"SPPG ini menjadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal. Jadi bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan," kata Dadan.

Tag:  #kepala #sarankan #kampus #punya #minimal #satu #sppg

KOMENTAR