Menteri PPPA Minta Maaf Soal Usulan Gerbong KRL Khusus Wanita Dipindah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi saat ditemui di Kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
22:30
29 April 2026

Menteri PPPA Minta Maaf Soal Usulan Gerbong KRL Khusus Wanita Dipindah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta maaf kepada masyarakat atas pernyataannya yang mengusulkan gerbong KRL khusus perempuan dipindah ke tengah.

"Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Arifah melalui akun sosial media Kementerian PPPA, Rabu (29/4/2026).

Arifah mengatakan, ia tidak bermaksud mengabaikan keselamatan penumpang lain, termasuk penumpang laki-laki.

Baca juga: Anggota DPR Kritik Usul Ubah Posisi Gerbong Perempuan di KRL: Tak Kurangi Risiko Tabrakan

Ia juga memahami dalam situasi duka tragedi tabrakan KRL Commuter dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur harus mengedepankan empati kepada seluruh keluarga yang terdampak.

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki," katanya.

Arifah mengatakan, saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

Kementerian PPPA dalam hal ini hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi tabrakan kereta tidak terabaikan.

Baca juga: Bukan Soal Pemisahan Gerbong, Komnas Perempuan Tekankan Transportasi Umum Aman Bagi Semua

"Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis perlindungan serta dukungan yang diperlukan khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini," ucapnya.

Ia mengajak kepada seluruh pihak untuk memusatkan perhatian kepada penanganan korban dan perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tak terjadi.

Pernyataan Arifah Terkait Pemindahan Gerbong

Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindah ke tengah rangkaian kereta.

Baca juga: Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita KRL Dipindah, Pengamat: Edukasi Keselamatan Lebih Penting

Usulan itu muncul setelah insiden kecelakaan menimbulkan korban jiwa, termasuk penumpang di gerbong perempuan yang selama ini berada di bagian ujung kereta.

“Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Menurut Arifah, posisi gerbong di bagian depan dan belakang memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi tabrakan.

Meski demikian, ia menegaskan usulan tersebut masih bersifat awal dan belum dibahas lebih lanjut.

Tag:  #menteri #pppa #minta #maaf #soal #usulan #gerbong #khusus #wanita #dipindah

KOMENTAR