Pimpinan MPR Apresiasi Langkah Prabowo Evaluasi MBG Agar Lebih Tepat Sasaran
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri di Gedung MPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, (15/4/2026)(KOMPAS.com/Rahel)
06:54
19 April 2026

Pimpinan MPR Apresiasi Langkah Prabowo Evaluasi MBG Agar Lebih Tepat Sasaran

- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, evaluasi tersebut diperlukan agar program MBG lebih tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan.

Keputusan untuk mengevaluasi MBG juga dinilai tepat di tengah ketatnya ruang fiskal yang tengah terjadi.

"Sejak awal pemerintahan beliau, Presiden selalu bekerja berdasarkan prinsip no one is left behind, khususnya bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi dan paling membutuhkan," ujar Eddy di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), dilansir dari ANTARA.

Baca juga: MBG Reborn: Menakar Keadilan di Piring yang Tepat

Eddy juga menilai, pemerintah juga menunjukkan keberpihakan lewat prinsip keadilan ketika mendahulukan MBG untuk anak-anak yang membutuhkan.

Evaluasi itu, kat Eddy, mencerminkan sikap pemerintah yang mendahulukan kelompok rentan terlebih dahulu.

"Keputusan ini mencerminkan sensitivitas pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan. Prioritas kepada daerah yang membutuhkan merupakan bentuk konkret dari kebijakan yang berbasis kebutuhan di daerah-daerah yang rentan gizi maupun kemiskinan," ujar Eddy.

Di samping itu, ia menilai pendekatan berbasis kebutuhan ini penting untuk memastikan efektivitas program MBG.

Baca juga: Catatan BGN Sepanjang Setahun MBG: 25.000 Dapur hingga Soal Motor Listrik

Khususnya dalam upaya menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi anak, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"Kami berharap bahwa pemberian MBG ke depannya didasarkan pada keakurasian data agar mereka yang berhak menerima MBG senantiasa mendapatkan asupan gizi yang disediakan oleh negara," ujar Eddy.

Ia pun menekankan, implementasi program MBG harus disertai dengan pengawasan yang ketat

Seluruh pengelola SPPG juga diminta bekerja tekun dan jujur, serta jangan sekali-sekali mengambil jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan besar.

"Ingat, mengambil hak orang lain itu tidak saja salah, tetapi juga menunjukkan rendahnya moral si pelaku. Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh pengelola SPPG untuk memberikan kualitas dan layanan makanan yang terbaik untuk anak-anak kita," tegas Eddy.

Baca juga: BGN: Pemerintah Gelontorkan Rp 1 Triliun Setiap Hari untuk MBG di Aceh-Papua

Evaluasi MBG

Sebelumnya, Prabowo ingin agar MBG berfokus pada anak dari keluarga kurang mampu disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang melalui keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.

Prabowo juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.

Baca juga: MBG Akhirnya Diperbaiki: Dari Ambisi Besar ke Kebijakan Tepat Sasaran

Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” ujar Nanik.

Tag:  #pimpinan #apresiasi #langkah #prabowo #evaluasi #agar #lebih #tepat #sasaran

KOMENTAR