KRI Prabu Siliwangi-321 Bersandar di Tanjung Priok, Resmi Diserahkan ke TNI AL
Kapal Republik Indonesia (KRI) Prabu Siliwangi-321 akhirnya bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026) usai menempuh perjalanan selama 44 hari dari Italia. (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
12:50
26 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi-321 Bersandar di Tanjung Priok, Resmi Diserahkan ke TNI AL

- Kapal Republik Indonesia (KRI) Prabu Siliwangi-321 akhirnya bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026) usai menempuh perjalanan selama 44 hari dari Italia.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, KRI Prabu Siliwangi terlihat perlahan mendekati dermaga.

Laju kapal tampak dikendalikan dengan hati-hati, seiring suara mesin yang terdengar stabil memecah suasana pelabuhan.

Di atas geladak, sejumlah awak kapal sudah bersiap.

Baca juga: TNI AL Beri Penghormatan Terakhir untuk 2 Prajurit Gugur di Maybrat

Mereka berdiri di titik-titik tertentu sambil memperhatikan jarak kapal dengan dermaga.

Sesekali terdengar instruksi singkat yang disampaikan untuk memastikan proses sandar berjalan lancar.

Semakin dekat ke dermaga, pergerakan kapal kian pelan.

Posisi haluan disesuaikan agar sejajar dengan bibir dermaga.

Tali-tali tambat kemudian mulai dilempar ke arah dermaga.

Petugas di darat segera menangkap dan mengikatnya.

Baca juga: TNI AL Dukung Proses Hukum Terkait Dugaan Anggotanya Jadi Pelaku di Kasus Andrie Yunus

Setelah kapal dinyatakan sandar, suasana di dermaga berubah menjadi lebih formal.

Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja kemudian turun dari geladak.

Ia berdiri tegak di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk melaporkan kesiapan kapal dan pelaksanaan tugas yang telah dijalankan.

Usai laporan, Panglima TNI tampak mengalungkan bunga sebagai bentuk penyambutan.

Momen tersebut berlangsung singkat namun khidmat, disaksikan oleh para pejabat tinggi yang turut hadir di lokasi.

Mereka yang terlihat hadir adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, dan pejabat lainnya.

Selanjutnya, Panglima TNI bersama para Kepala Staf Angkatan dan perwira tinggi bintang tiga ke atas naik ke atas kapal untuk melakukan peninjauan.

Mereka berjalan menyusuri bagian geladak, memperhatikan kondisi kapal sekaligus berinteraksi singkat dengan para awak.

Setelah rombongan tersebut, giliran perwira tinggi bintang dua ke bawah yang mengikuti peninjauan.

Suasana di atas kapal terlihat ramai namun tetap tertata, dengan awak kapal yang tetap berada di posisi masing-masing.

Baca juga: KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Tanah Air, Segera Diresmikan Akhir Maret

Sementara itu, awak media yang belum diperkenankan naik ke atas kapal hanya dapat menunggu dari area dermaga.

Dari kejauhan, terdengar suara yel-yel yang diteriakkan dari atas geladak.

Suara tersebut terdengar kompak dan berulang, sebagai bagian dari penyambutan terhadap para perwira tinggi yang tengah berada di atas kapal.

Tak berselang lama, KRI Prabu Siliwangi resmi diserahkan kepada TNI Angkatan Laut untuk memperkuat armada.

Dalam sesi tanya jawab, Laksamana TNI Ali menekankan bahwa KRI Prabu Siliwangi menjadi bisa disebut sebagai kapal perang terbesar di Asia Tenggara.

“Dan ini saya rasa di kawasan Asia Tenggara, kalau dari segi ukuran memang terbesar, tapi dari segi kemampuan hampir samalah dengan apa yang dimiliki oleh negara-negara tetangga kita, ada Australia, ada Singapura, ada Vietnam ya dan beberapa negara lain kemampuannya mirip-miriplah ya,” ujar Ali.

“Tapi, ini akan menambah kemampuan kita dalam menjaga kedaulatan negara di laut karena sensor-sensor yang dimiliki ini dibandingkan dengan kapal-kapal yang sebelumnya lebih baik yang Brawijaya Class ini,” tambah dia.

Tag:  #prabu #siliwangi #bersandar #tanjung #priok #resmi #diserahkan

KOMENTAR