Pemerintah Diminta Bersikap Tegas soal Serangan Militer Israel ke Iran
Asap membubung di Teheran, Iran, setelah serangan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Amerika Serikat disebut turut serta dalam serangan ini.(AFP)
18:22
28 Februari 2026

Pemerintah Diminta Bersikap Tegas soal Serangan Militer Israel ke Iran

- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Pemerintah Indonesia segera menentukan sikap yang jelas, tegas, dan lugas terhadap serangan Israel ke Iran.

Sikap tegas harus disampaikan sesuai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.

“Presiden atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi, pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh dalam isu Timur Tengah melalui partisipasi BoP. Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api,” kata Hasanuddin, dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Indonesia Sesalkan Gagalnya Perundingan AS dan Iran, Minta Semua Pihak Menahan Diri

Politikus PDI-P ini mengatakan serangan militer Israel ke Iran berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, baik dari sisi geopolitik kawasan maupun dampak ekonomi global, termasuk bagi Indonesia.

Menurut Hasanuddin, serangan terbuka ini akan semakin memanaskan situasi di Timur Tengah dan berpotensi memundurkan upaya meredakan ketegangan di Gaza oleh Board of Peace (BoP).

“Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat,” ujar Hasanuddin.

“Situasi ini tentu akan berdampak pada stabilitas kawasan termasuk juga negara-negara di kawasan lain tentunya memantau situasi di Iran dalam suasana was-was yang berpotensi kontraproduktif,” lanjut dia.

Baca juga: Israel Serang Iran, Anggota DPR: Waspadai, Bisa Berkembang Jadi Perang Regional

Kemudian, ia juga menegaskan bahwa sulit untuk meyakini adanya niat tulus untuk mendamaikan Palestina usai peristiwa serangan Israel ke Iran ini.

“Dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas,” tegas dia.

Menurut Hasanuddin, kondisi tersebut membuat publik semakin meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP.

“Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain,” lanjut dia.

Selain dampak geopolitik, ia juga menyoroti potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya di sektor energi.

Menurut dia, dua pekan lalu, Iran sempat menggertak dengan menutup Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia meski hanya berlangsung beberapa jam.

“Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Ini akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi, lalu menutup wilayah udara dan menyatakan keadaan darurat.

Dikutip dari The Guardian, penutupan wilayah udara dilakukan Israel untuk berjaga-jaga apabila Iran membalas dengan mengerahkan drone dan rudal.

Baca juga: Polri Tangkap WN Iran Sebelum Geledah Laboratorium Narkoba di Tanjung Priok

Juru bicara militer Israel mengatakan, gempuran ini adalah serangan pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negara.

Republik Islam Iran siap menyerang balik Israel yang melakukan serangan lebih dulu ke Teheran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Dalam keterangan pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, serangan balik ini adalah hak yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat,” tulis Kedubes Iran di Jakarta, dalam rilisnya, Sabtu.

Iran juga menyebut, serangan Israel yang dimotori Amerika Serikat tersebut ditujukan pada lokasi sipil dan infrastruktur vital di Tehran.

Disebutkan, serangan Israel dan AS terhadap Iran telah melanggar Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB dan merupakan tindakan agresi yang nyata terhadap Iran.

Atas dasar itu, Iran juga meminta Dewan Keamanan PBB bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan AS dan Israel.

Iran juga meminta dukungan kepada Indonesia untuk mengecam tindakan Israel dan AS tersebut.

“Republik Islam Iran meminta Ketua dan para Anggota Dewan Keamanan untuk segera mengambil langkah dalam hal ini,” tulis Kedubes Iran.

Tag:  #pemerintah #diminta #bersikap #tegas #soal #serangan #militer #israel #iran

KOMENTAR