Isi Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam di Istana Bahas Board of Peace
Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah petinggi organisasi masyarakat (ormas) Islam serta pemimpin pondok pesantren (ponpes) di Istana, Jakarta, Selasa (3/2/2026)(Sekretariat Presiden)
05:18
4 Februari 2026

Isi Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam di Istana Bahas Board of Peace

- Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah petinggi organisasi masyarakat (ormas) Islam serta pemimpin pondok pesantren (ponpes) di Istana, Jakarta.

Puluhan tokoh agama Islam dari berbagai ormas pun berdatangan ke Istana pada Selasa (3/2/2026) siang. Ada yang mengenaka kemeja batik, kemeja, serta baju koko, dan sarung.

Beberapa tokoh yang datang adalah Ketum MUI Anwar Iskandar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Waketum MUI Cholil Nafis, serta tokoh-tokoh Muslim lainnya.

Baca juga: Menlu Ungkap Alasan RI Ikut Board of Peace: Untuk Tercapainya Solusi 2 Negara

Banyak hal dibahas dalam pertemuan ini, termasuk soal partisipasi Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sebelum pertemuan digelar, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan akan ada penjelasan umum terkait Board of Peace.

"Kementerian Luar Negeri pada pertemuan siang hari ini adalah mengenai pembicaraan mengenai Board of Peace. Penjelasan-penjelasan akan dilakukan seputar isu tersebut," ucap Menlu RI.

Pertemuan berlangsung tertutup selama sekitar empat jam, sejak para tokoh ormas Islam berdatangan pada pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Prabowo Buka Opsi Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan RI

Perjuangkan kemerdekaan Palestina

Beberapa jam berselang, satu per satu, para tokoh pun keluar dari gerbang Istana Kepresidenan.

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkap, dalam pertemuan itu Presiden Prabowo memberikan penjelasan mengenai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina.

Yahya menyebut, semua yang hadir sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi.

Pada prinsipnya, baik pemerintah dan ormas Islam juga sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka.

"Tadi kami mendapatkan penjelasan yang ekstensif dari Presiden mengenai pertimbangan-pertimbangan realistis yang harus dibuat terkait dengan keadaan yang sekarang berlangsung dan peluang-peluang yang tersedia untuk agar Indonesia ini bisa secara lebih konkret, lebih progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina," ungkap dia.

"Termasuk dengan mengikuti atau berpartisipasi di dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika yaitu Board of Peace ini," sambungnya lagi.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kompak menghadiri undangan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).KOMPAS.com/Rahel Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kompak menghadiri undangan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Lewat pertemuan ini, menurutnya, 16 ormas Islam serta para kiai dan pemimpin ponpes yang hadir sudah memahami betul penjelasan soal Board of Peace.

Meski begitu, PBNU tetap mengingatkan agar Indonesia tak terbawa arus yang merugikan Palestina.

"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina," kata Yahya.

Baca juga: MUI Sebut Prabowo Janji RI Keluar dari Board of Peace, jika Tak Bawa Kemerdekaan Palestina

Di dalam pertemuan, Presiden Prabowo juga disebut berjanji bahwa Indonesia akan membantu rakyat Palestina.

Menurut Yahya, Prabowo juga akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina.

"Dan Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina khususnya di Gaza," ujar dia.

MUI beri dukungan

Selepas pertemuan di Istana, Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar pun mendukung Indonesia bergabung Board of Peace.

Padahal, MUI sebelumnnya pernah mengeluarkan pernyataan yang mendesak pemerintah keluar dari Board of Peace.

Bagi Anwar, MUI selalu mendukung setiap hal yang memperjuangkan kemaslahatan suatu bangsa dan manusia.

"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan," kata Anwar.

Anwar menegaskan MUI tentu akan memberi kritik jika nantinya Board of Peace tidak membawa kemaslahatan.

Oleh karenanya, Indonesia harus ikut berjuang bersama negara-negara mayoritas muslim lainnya untuk kemerdekaan Palestina.

"Berjuang agar mengendalikan agar tidak ada perang. Jadi negara-negara Arab yang lain yang di Board of Peace itu kan bukan hanya Indonesia, juga ada Kuwait, ada Qatar, dan lain-lain. Akan mungkin, mungkin ya, mungkin bersama-sama dengan negara Iran misalnya," tuturnya.

Baca juga: MUI Dukung RI Gabung Board of Peace Usai Berdialog Bareng Prabowo

Siap keluar Board of Peace jika tak sejalan lagi

Selain itu, Presiden Prabowo juga berjanji Indonesia akan keluar dari organisasi yang digagas Trump. Janji ini disampaikan di hadapan para petinggi ormas dan pemimpin ponpes.

Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Cholil Nafis awalnya mengungkap, ada keraguan dari MUI terhadap Board of Peace.

Keraguan MUI tersebut karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sampai sekarang tidak mengakui negara Palestina serta masih adanya serangan terhadap Palestina oleh Israel.

"Kami skeptis karena nyatanya masih ada perang. Nah maka saya bilang bukan hanya damai untuk penjajah, tapi adalah merdeka bagi rakyat Palestina. Itu kami sampaikan itu ke beliau," ungkap Cholil.

Merespons keraguan MUI, Kepala Negara disebut berjanji akan keluar dari Board of Peace jika tidak bisa membuat perubahan.

"Ya itu, janjinya kalau kami tidak sesuai kami tidak ikut, tapi kalau tidak, umpamanya melakukan perubahan, kami siap keluar. Itu tegas," tuturnya.

Baca juga: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace, Mensesneg: Karena Keputusan Presiden Belum Tersampaikan Utuh

Prabowo juga disebut akan absen dan abstain jika kegiatan Board of Peace tidak sesuai dengan tujuan Indonesia.

"Jadi absen, abstain ketika kegiatan itu tidak sesuai dengan konstitusi kita, dan jika tidak berpengaruh maka akan keluar," ujar Cholil.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono membenarkan Presiden RI membuka opsi keluar dari Dewan Perdamaian jika tidak sejalan dengan Republik Indonesia.

Adapun dua tujuan Indonesia adalah menciptakan situasi damai di Gaza serta kemerdekaan Palestina.

"Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan," ujar Menlu RI.

Bahas kampung Haji

Selain membahas Board of Peace, pertemuan Prabowo dengan petinggi ormas Islam membahas tentang Kampung Haji.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi dapat terwujud berkat keakraban Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

"Keakraban Presiden kita dengan MBS (Mohammed bin Salman), sehingga kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di kota Mekkah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain Indonesia," ungkap dia.

Menag Nasaruddin Umar di Harlah 1 Abad NU, 31 Januari 2025.Kanal YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama Menag Nasaruddin Umar di Harlah 1 Abad NU, 31 Januari 2025.

Nasaruddin mengungkap, terowongan yang akan menghubungkan Kampung Haji Indonesia dan Masjidil Haram juga akan dibangun untuk memudahkan akses para jemaah asal Indonesia.

"Kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas ya, itu mungkin hampir sekitar 60 hektare nanti, antara 1 sampai 3 kilometer dari Ka'bah, tapi nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu," jelas Nasaruddin.

Pada pertemuan yang sama, Presiden RI juga menyampaikan soal pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) kepada para petinggi ormas dan pemimpin ponpes.

"Nanti akan ada pengembangan LPDU, Lembaga Pemberdayaan Dana Umat ya. Pundi-pundi keumatan kepada masing-masing agama itu juga nanti mungkin akan ada semacam sentuhan-sentuhan manajemen dari para profesional, sehingga dengan demikian efisiensi efektif akan kita himpun dana-dana umat itu sendiri untuk mereka sendiri ya," ungkap Menag RI.

Tag:  #pertemuan #prabowo #ormas #islam #istana #bahas #board #peace

KOMENTAR