Serba-serbi Kunjungan Prabowo di Gorontalo: Tinjau Dermaga, Dialog dengan Nelayan
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan nelayan di dermaga Desa Olalo, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). (Dok. Setpres)
12:02
10 Mei 2026

Serba-serbi Kunjungan Prabowo di Gorontalo: Tinjau Dermaga, Dialog dengan Nelayan

- Presiden Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke dua lokasi, pada Sabtu (9/5/2025).

Gorontalo menjadi wilayah kedua yang disambangi Kepala Negara pada hari itu, setelah ia menengok warga di pulau terluar sebelah utara Indonesia, Miangas.

Kunjungan ke dua wilayah Indonesia itu dilakukan Prabowo usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN, di Cebu, Filipina.

Sama seperti di Miangas, Prabowo memiliki sejumlah agenda di Gorontalo.

Baca juga: Di Pulau Terluar Miangas, Prabowo Joget Bareng Warga, Janjikan Perbaikan Sekolah

Bila di Miangas ia mengunjungi sekolah dan puskesmas, di Gorontalo ia mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih.

Kampung nelayan Merah Putih ini rencananya juga akan dibentuk di Miangas.

Tinjau kampung nelayan

Kampung yang ditinjau Prabowo adalah Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan.

Di sana, disambut dengan riuhan para nelayan yang sudah hadir di lokasi lebih dulu.

Ini merupakan kali pertama Prabowo mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih.

Kedatangan Prabowo sendiri ditandai dengan munculnya mobilMaung MV3 Garuda Limousine khasnya—yang juga dipakai dalam kunjungannya ke Filipina.

Kepala Negara melihat langsung pabrik es portabel hingga cold storage yang ada di lokasi.

Fasilitas tersebut memang tersedia untuk mendukung aktivitas usaha penangkapan ikan dari hulu hingga hilir.

Selain pabrik es dan cold storage, ada pula shelter cool box dan shelter pendaratan ikan.

Kemudian, sarana operasional perikanan berupa dermaga/tambatan perahu, docking kapal, dan bengkel; serta fasilitas penunjang kawasan berupa kios kuliner, kios perbekalan, balai pertemuan, kantor pengelola, mushala, toilet umum, IPAL biotech, hingga pos jaga.

Kunjungi dermaga

Selain kampungnya, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini juga mengunjungi Dermaga Kampung Olalo untuk melihat aktivitas nelayan.

Dermaga ini menjadi tempat shelter sortir dan pengepakan ikan di Kota Gorontalo.

Tidak hanya meninjau, Prabowo menyempatkan diri berdialog dengan nelayan.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini bertanya banyak hal soal fasilitas yang diterima salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia tersebut.

Ia menanyakan aktivitas melaut para nelayan, mulai dari jumlah awak kapal hingga kendala yang dihadapi saat mencari ikan, termasuk persoalan bahan bakar minyak (BBM).

Salah satu nelayan yang diajak berbicara adalah Acon Karim.

“(Presiden) Tanya kalau berapa anggota kapal. Dia (Presiden) tanya bahan minyak, jauh atau enggak," beber Acon, menyampaikan hasil dialognya dengan Prabowo.

Ia melanjutkan sapaannya kepada nelayan yang siap berlayar sebelum akhirnya menyapa warga setempat yang telah datang.

Dari atas mobil, Prabowo turut membagi-bagikan kaus dengan cara melemparnya ke arah masyarakat berkerumun.

Warga pun bersorak menerima kaus tersebut.

Bagi-bagi kapal

Dalam kunjungan itu, Prabowo menyatakan akan menyiapkan 1.582 kapal untuk nelayan.

Sebab, Prabowo tidak ingin kapal asing justru yang mengambil ikan dari laut Indonesia.

Menurut dia, ikan di laut Indonesia harus dimanfaatkan oleh rakyat saja.

"Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil," ujar Prabowo, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato.

Seturut rencana, ribuan kapal itu akan mulai dibuat pada tahun ini.

Baca juga: Presiden Prabowo Beri Oleh-oleh untuk warga Miangas, Apa Saja?

Nantinya jika sudah selesai, kapal-kapal itu akan dibagikan kepada para nelayan yang membutuhkan.

"Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi," ujar Prabowo.

"Nanti akan diatur apakah 30 nelayan 1 koperasi, atau 30, nanti kita beri kapal, kapal ada yang kecil, ada yang menengah dan ada kapal-kapal besar," sambung dia.

Di sisi lain, ia ingin memperkuat nelayan dengan keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih.

Tahun ini, pemerintah akan meresmikan 1.386 kampung nelayan.

Rencana pembangunan tidak hanya ditargetkan untuk tahun ini.

Pada tahun depan, pemerintah akan kembali membangun 1.000 kampung nelayan.

Bahkan, rencana pembangunan 1.000 kampung itu berlaku tiap tahun di masa pemerintahannya, untuk melengkapi belasan ribu keberadaan desa nelayan di dalam negeri.

"Tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000. Kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan, ya," ucap Prabowo.

Peran nelayan penting

Prabowo memahami bahwa peran nelayan sangat penting.

Pelaku usaha ini menjadi penghasil sumber protein bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan dan penghasilan nelayan di Indonesia.

Pemerintah pun akan besar-besaran mengembangkan sektor kelautan dan perikanan melalui konsep blue economy atau ekonomi laut biru.

Baca juga: Tak Mau Perahu Asing Ambil Ikan di Laut RI, Prabowo: Kita Bagi 1.582 Kapal buat Nelayan

Ia lantas menyoroti kurangnya perhatian terhadap kehidupan nelayan.

Padahal, kata dia, pekerjaan nelayan memiliki risiko tinggi karena bergantung pada kondisi alam yang tidak menentu.

Prabowo menyebut, dirinya mengetahui hal tersebut lantaran pernah menjadi tentara.

Oleh karenanya, Ia akan mengubahnya melalui pemberdayaan.

"Para nelayan sering dilupakan orang-orang pintar di Jakarta, tidak peduli dengan nasibnya sekarang, berubah sekarang. Pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia," ujar Prabowo.

Tag:  #serba #serbi #kunjungan #prabowo #gorontalo #tinjau #dermaga #dialog #dengan #nelayan

KOMENTAR