Iran Ubah Strategi Propaganda, Andalkan Meme dan AI untuk Serang AS-Israel
Iran disebut mulai mengubah pendekatan komunikasinya di tengah konflik dengan AS dan Israel.
Jika sebelumnya Teheran lebih banyak memakai narasi ideologis dan simbol Revolusi Islam, kini kelompok pro-Iran serta sejumlah misi diplomatik negara itu ramai menggunakan meme, video kecerdasan buatan (AI), dan budaya pop Barat untuk menyampaikan pesan politik mereka.
Dilaporkan The Wall Street Journal, Jumat (8/5/2026), berbagai video AI bergaya Lego yang menampilkan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu menjadi viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Iran Ancam Negara yang Patuhi Sanksi AS, Akan Kesulitan di Selat Hormuz
Salah satu video menggambarkan Trump sebagai bajak laut dalam versi Lego dari Pirates of the Caribbean. Dalam video itu, pasukan AS digambarkan kesulitan membuka jalur di Selat Hormuz dan memblokade pelabuhan Iran sebelum kapal mereka akhirnya tenggelam.
Video lain memperlihatkan Trump berkeringat ketakutan ketika Iran melancarkan serangan balasan. Ada pula konten yang menampilkan Netanyahu sebagai sosok yang mengendalikan AS.
Dinilai menyesuaikan dengan audiens global
???? ???????? Iran trolls US shady ‘ceasefire request’ with new Lego style animation video
???? The AI-generated video, titled Victory Chronicles: Part 2, shows Trump and Netanyahu writing “the ceasefire request” sitting at the table with Satan and Baal
Lego Trump is shivering as waves… pic.twitter.com/J9zF1Bb2hG
— Sputnik (@SputnikInt) March 27, 2026
Menurut Narges Bajoghli, pakar media Iran di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, konten tersebut memakai bahasa dan percakapan yang memang sudah berkembang di masyarakat AS.
“Konten yang mereka produksi menggunakan bahasa dan percakapan yang sebelumnya memang sudah terjadi baik di kubu kiri maupun kanan,” kata Bajoghli.
“Mereka menemukan bahwa jika kontennya cukup lucu dan cukup cerdas, maka itu bisa menjadi viral,” lanjutnya.
Pendekatan baru Iran ini dinilai lebih dekat dengan generasi muda global dibanding gaya propaganda lama yang banyak bertumpu pada simbol-simbol Revolusi Iran 1979 dan narasi religius.
Bajoghli mengatakan. Garda Revolusi Iran mulai berinvestasi pada perusahaan produksi media sekitar satu dekade lalu untuk menghasilkan konten pro-Iran yang lebih sesuai dengan audiens muda dan global.
“Kali ini lampu hijau sepenuhnya diberikan kepada generasi muda untuk memproduksi konten tersebut. Dan mereka menggunakan budaya pop global untuk melakukannya,” ujarnya.
Akun kedutaan Iran ikut viral
The Strait of Hormuz will be controlled by me and the Ayatollah???????? pic.twitter.com/IxIgo1Pn6S
— Iran Embassy SA (@IraninSA) March 23, 2026
Sebelum perang dimulai, akun media sosial kedutaan Iran umumnya berisi unggahan diplomatik biasa seperti kerja sama perdagangan atau program pertanian.
Baca juga: Muncul Kelompok Garis Keras yang Ingin Gagalkan Kesepakatan AS-Iran
Namun sejak konflik memanas, sejumlah akun kedutaan Iran di beberapa negara mulai mengunggah konten satir yang cepat menyebar di platform X.
Kedutaan Iran di Thailand misalnya mengunggah video Trump tampak tertidur di Ruang Oval.
Sementara itu, sebuah video yang dibagikan Kedutaan Iran di Belanda menampilkan Netanyahu sebagai anak kecil dalam film Toy Story yang memainkan boneka berbentuk Trump.
Keterlibatan media pro-Iran
Banyak video bergaya Lego tersebut diproduksi oleh entitas bernama Explosive Media, yang sebelumnya memakai nama Akhbar Enfejari atau “Explosive News”.
Kelompok itu menyatakan, kontennya diproduksi tanpa campur tangan pihak luar. Namun artikel tersebut menyebut aktivitas mereka tampak mendapat dukungan dari penguasa Iran dan sebagian bantuan finansial pemerintah.
Media pemerintah Iran serta sejumlah akun yang berafiliasi dengan Garda Revolusi juga disebut membantu penyebaran konten tersebut di media sosial.
Menurut Bret Schafer dari Institute for Strategic Dialogue, keterlibatan akun-akun pro-Iran di internet meningkat tajam sejak perang dimulai.
“Kami melihat akun-akun itu mendapatkan jangkauan yang biasanya dimiliki figur publik terkenal,” kata Schafer.
Ia menyebut tingkat interaksi akun-akun tersebut meningkat hingga 30 kali lipat dibanding sebelum perang dimulai.
Baca juga: Iran Putar Otak Hadapi Blokade AS, Jalur Kereta China Jadi Penyelamat
Tag: #iran #ubah #strategi #propaganda #andalkan #meme #untuk #serang #israel