

Ilustrasi orang yang mendapat pujian (Freepik)


Anggap Pujian Sebagai Racun, Ini 7 Alasan Orang Rendah Hati Banyak Disukai Menurut Psikologi
- Siapa di dunia ini yang tak suka pujian? Hampir tidak ada. Sebab, pujian selalu membuat hati menjadi berbunga-bunga meski ujungnya membahayakan juga.
Pujian adalah racun yang begitu manis hingga membuat kita kadang tak menyadari bahayanya. Semakin terbuai dengan pujian, seseorang biasanya semakin tak bertumbuh di kemudian hari. Oleh karena itu, banyak orang sukses dan yang terus mendapat penghormatan dari orang lain justru menghindari pujian. Mereka tak terlena dengan pujian dan buru-buru melupakannya bila mendapatkannya. Dikutip dari geediting, ini 8 alasan orang menghormati orang yang selalu menghindari pujian menurut psikologi. 1) Keaslian itu menarik Bila Anda terus-menerus membanggakan diri, itu bisa dianggap sebagai upaya untuk membuktikan sesuatu. Sikap itu justru bisa menimbulkan pertanyaan tentang keaslian Anda. Apakah Anda benar-benar sehebat yang Anda katakan atau justru hanya mengatakannya untuk mendapatkan pujian? Di sisi lain, jika Anda membiarkan tindakan berbicara sendiri, tidak perlu meragukan keaslian Anda. Prestasi dan keterampilan Anda menjadi nyata melalui tindakan, bukan kata-kata. Menghindari hal-hal yang berlebihan akan membuat jati diri Anda bersinar. Dan orang-orang secara alami tertarik pada keaslian. Mereka menghargai kejujuran dan merasa lebih mudah untuk memercayai dan menghormati Anda. 2) Kerendahan hati menumbuhkan hubungan Saat menghindari pujian, Anda sebetulnya tengah mencoba menjadi orang yang rendah hati. Dan banyak orang menyukai orang rendah hati. Mereka secara halus membuat orang lain mendekat dan menjalin hubungan dengan Anda karena tidak ada kesombongan di sana. Saling menghargai tumbuh otomatis di hadapan orang yang rendah hati. 3) Terlalu percaya diri bisa menjadi bumerang Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California, Berkeley menemukan bahwa orang cenderung tidak menyukai orang yang terlalu percaya diri atau sombong. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mereka yang membanggakan prestasi atau kemampuan mereka dianggap kurang menarik dan disukai dibandingkan yang lebih rendah hati. Sikap sombong termasuk dalam kategori ini. Sikap ini sering kali mengarah pada persepsi diri yang berlebihan yang dapat membuat Anda tampak tidak mudah didekati atau sombong, yang pada gilirannya dapat mengurangi rasa suka dan hormat Anda di antara rekan-rekan. Di sisi lain, menunjukkan kerendahan hati dan membiarkan tindakan Anda berbicara sesuai dengan nilainya dapat membuat Anda lebih mudah didekati dan disukai. Jadi, hindari memberi perhatian besar dan biarkan pekerjaan Anda yang berbicara. 4) Memberikan ruang untuk pertumbuhan Salah satu aspek paling ampuh dalam menghindari pujian adalah peluang yang diciptakannya untuk berkembang. Ketika kita terus-menerus membicarakan prestasi dan keterampilan kita, kita mungkin menciptakan kepribadian yang sudah menguasai segalanya. Namun, tidak ada satu pun dari kita yang tahu segalanya. Kita semua terus belajar dan berkembang. Dengan menghindari pujian yang berlebihan, kita memberi ruang untuk mengakui kelemahan-kelemahan kita dan hal-hal yang perlu diperbaiki. Kerentanan ini dapat membuat kita lebih mudah diterima dan dihormati karena hal ini menunjukkan bahwa kita manusia, sama seperti orang lain. 5) Membangun hubungan yang tulus Ada kehangatan dan ketulusan yang hadir tanpa perlu banyak bicara. Saat Anda tidak terus-menerus berusaha membuktikan harga diri atau memamerkan prestasi, Anda membuka ruang untuk hubungan yang lebih bermakna. Orang-orang dapat merasakan saat Anda bersikap jujur kepada mereka, saat Anda tidak berusaha membuat mereka terkesan, tetapi menjadi diri sendiri. Keaslian ini menumbuhkan rasa percaya dan hormat, membangun landasan yang kokoh bagi hubungan yang tulus. 6) Meningkatkan citra diri yang sehat Menghindari pujian tidak hanya membuat Anda lebih disukai dan dihormati. Hal itu juga meningkatkan citra diri yang sehat. Anda mulai melihat nilai diri Anda di luar pencapaian dan prestasi Anda. Dan itu adalah perasaan yang membebaskan. 7) Mendorong apresiasi terhadap orang lain Ketika Anda berhenti berfokus pada pencapaian Anda dan mulai mengakui pencapaian orang lain, hal itu menumbuhkan budaya apresiasi. Anda mulai melihat nilai dalam kontribusi setiap orang, bukan hanya kontribusi Anda sendiri. Perubahan perspektif ini dapat membuat Anda lebih disukai dan dihormati. Orang-orang menghargai saat usaha dan keberhasilan mereka diakui. Hal ini membuat mereka merasa dihargai dan dihormati, yang pada gilirannya membangun hubungan yang lebih kuat. Menghindari pujian bukan hanya tentang menekan pencapaian Anda sendiri, tetapi juga tentang mengangkat orang lain. Ini menciptakan lingkungan di mana setiap orang merasa dihargai dan dihargai atas kontribusi mereka. Dan itu adalah cara yang ampuh untuk mendapatkan rasa hormat dan disukai.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tag: #anggap #pujian #sebagai #racun #alasan #orang #rendah #hati #banyak #disukai #menurut #psikologi