



7 Fakta Menarik di Balik Penampilan Seseorang yang Dapat Ungkap Kepribadian, Peluang Sukses, hingga Profesi
Carmen E. Lefevre dari University College London mengungkapkan bahwa penampilan adalah produk dari gen, hormon, dan gaya hidup.
Menelisik lebih mendalam, penampilan wajah setiap orang dinilai mampu menunjukkan cerminan jiwa.
Tak hanya itu, terdapat beberapa penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa wajah manusia bisa mengungkapkan sesuatu yang sangat menarik tentang kepribadiannya.
Bahkan, cara seseorang berpose di depan kamera dapat mengungkapkan banyak hal tentang karakternya.
Dikutip dari Brightside.me, Sabtu (20/4), simak beberapa fakta menarik di balik penampilan seseorang yang dapat mengungkapkan kepribadian.
1. Bentuk Wajah
Para ilmuwan telah membuktikan hubungan antara bentuk wajah dan dominasi. Saat mempelajari Piala Dunia 2010, Keith Welker dari University of Colorado Boulder membenarkan bahwa rasio antara lebar dan tinggi wajah para pemain sepak bola bisa memprediksi berapa banyak gol yang akan mereka cetak. Rasio rata-rata biasanya sekitar 2, sementara Rasio Abraham Lincoln adalah 1,93.
Jika kamu ingin mengetahui perhitungan wajahmu, ukurlah jarak antara telingamu dengan jarak antara garis atas mata dan bibir atasmu. Rasio antara kedua angka ini akan menunjukkan seberapa besar peluangmu untuk sukses. Menurut para ilmuwan, semakin rendah angkanya, semakin tinggi peluangnya.
2. Tulang Pipi yang Menonjol
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University College London menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi memiliki wajah lebar dan tulang pipi tebal. Kadar hormon ini berhubungan langsung dengan agresivitas, dominasi, dan semangat memberontak.
Trik ini sering digunakan oleh sutradara film yang memilih pria dengan fitur wajah kasar sebagai pria alfa, pemberontak, dan penjahat.
3. Kerutan
Kerutan tidak hanya menunjukkan usia seseorang, tetapi juga karakternya. Seseorang menggunakan otot wajah yang berbeda untuk tersenyum, menangis, mengerutkan kening, atau mengangkat alis. Seiring berjalannya waktu, kerutan-kerutan ini menunjukkan emosi yang paling sering digunakan di wajah seseorang, bahkan ketika mereka sedang tenang dan tidak memikirkan apapun.
Di sisi lain, kerutan di sudut bibir dan mata menunjukkan hal-hal optimis tentang kepribadianmu. Kamu dengan tulus suka tertawa dan sangat emosional. Pada saat yang sama, lipatan dahi di antara alis menunjukkan bahwa kamu adalah orang serius yang telah melalui banyak hal dalam hidup.
4. Profesi
Banyak dari kita yang memalingkan wajah ke sisi tertentu ketika mengambil foto, berpikir bahwa kita terlihat lebih menarik dengan cara ini.
Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of South Australia menunjukkan bahwa para insinyur, matematikawan, dan ahli kimia lebih sering mengarahkan pipi kanannya ke kamera, sedangkan seniman dan psikolog mengarahkan sisi kiri wajahnya ke kamera.
Ada juga perbedaan antar gender. Wanita lebih sering menoleh ke kanan sambil memperlihatkan pipi kirinya. Para peneliti berpendapat bahwa bagian wajah kiri dianggap lebih menarik karena dikendalikan oleh otak bagian kanan yang bertanggung jawab atas emosi.
5. Selfie
Lin Kee, dari Nanyang Technological University di Singapura, menganalisis 123 foto selfie yang diambil dari Sina Weibo, sebuah situs mikroblog Tiongkok yang mirip dengan Twitter. Dia menemukan hubungan antara tipe selfie dengan sifat pribadi seseorang.
Orang yang ramah lebih suka mengambil foto dirinya dari bawah. Orang-orang yang terbuka terhadap pengalaman baru lebih sering menunjukkan emosi positif dan tidak takut terlihat lucu di fotonya. Sedangkan orang neurotik cenderung membuat duck face atau wajah bebek dalam foto selfie mereka.
Namun, para ilmuwan masih belum dapat dengan jelas mendefinisikan ciri-ciri pribadi orang-orang di foto tersebut. Hal ini karena orang cenderung terlihat lebih baik saat selfie daripada di kehidupan nyata.
6. Gaya Hidup dan Kebiasaan Buruk
Dua saudara kembar yang identik sulit dibedakan satu sama lain dan akan semakin besar perbedaannya seiring bertambahnya usia. Hal ini bukan tentang gen, tetapi tentang gaya hidup yang dijalani seseorang.
Kebiasaan buruk membentuk polanya di wajah dari waktu ke waktu serta menunjukkan kehidupan seperti apa yang dijalani orang tersebut dan apa yang diharapkan.
Tentu saja, seseorang dengan kebiasaan buruk dapat mudah dikenali pada pandangan pertama. Namun, keburukan manusia tidak selalu terpancar dari wajahnya.
7. Kesan Pertama yang Dinilai
Alexander Todorov, profesor psikologi di Universitas Princeton, yakin bahwa kita langsung membentuk kesan terhadap orang baru, tetapi penilaian ini sering kali bisa sangat menipu. Hal ini didasarkan pada sesuatu yang disebut efek halo, sebuah stereotip yang menghubungkan perilaku dengan penampilan, di mana orang cantik tampak pintar dan baik hati.
Untuk mendemonstrasikan teorinya, Todorov meminta siswa menilai tampilan potret komposit yang berbeda. Orang dengan ciri wajah seperti anak kecil, yakni wajah bulat dan mata besar dinilai tampak rapuh, naif, penurut, tulus, dan baik hati. Sedangkan wajah yang suram, jelek, dan asimetris diasosiasikan dengan kepribadian yang tidak ramah.
Terkadang, orang-orang yang positif dan baik pada akhirnya mengecewakan, sedangkan mereka yang memberikan kesan pertama buruk ternyata adalah orang-orang yang luar biasa. Hal ini karena banyak orang cenderung lebih menilai buku dari sampulnya daripada menyelami lebih dalam dan mencari tahu siapa sebenarnya orang tersebut.
***
Tag: #fakta #menarik #balik #penampilan #seseorang #yang #dapat #ungkap #kepribadian #peluang #sukses #hingga #profesi