



7 Ciri Orang Dewasa yang Kurang Kasih Sayang saat Kecil, Biasanya Baperan dan Suka Menyendiri
Masa kanak-kanak adalah periode penuh keceriaan, di mana dunia terasa sederhana dan penuh keajaiban.
Pada usia ini, anak-anak belajar melalui bermain, menjelajah, dan berinteraksi dengan orang di sekitar mereka. Mereka membentuk fondasi dasar untuk perkembangan emosional, sosial, dan intelektual.
Namun, tidak semua anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup semasa kecil. Hal ini menjadikan mereka berbeda daripada anak-anak kebanyakan.
Ternyata, kurangnya kasih sayang saat kecil juga berdampak hingga anak-anak tumbuh dewasa.
Dilansir dari laman Geediting pada (11/11), berikut ini ciri-ciri orang dewasa yang kurang kasih sayang saat kecil.
1) Suka membantu orang lain
Orang dewasa yang kurang kasih sayang saat kecil biasanya suka membantu orang lain. Kurangnya perhatian memicu keinginan yang kuat dalam diri mereka untuk memastikan orang lain tidak merasakan hal yang sama.
Ini adalah cara mereka untuk memastikan tidak ada orang lain yang harus merasakan apa yang mereka rasakan.
2) Sulit mengekspresikan emosi
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang kasih sayang saat kecil sering kali kesulitan mengekspresikan emosi mereka sendiri.
Ini bukan karena mereka tidak merasakannya secara mendalam. Namun, mereka mungkin sulit menunjukkan perasaan ini karena pengalaman yang baru bagi mereka.
Saat kecil, emosi mereka biasa tidak diekspresikan atau divalidasi, sehingga mereka sulit untuk berbagi perasaan karena takut penolakan atau kesalahpahaman.
3) Tangguh
Mereka yang kurang kasih sayang saat kecil sering kali menunjukkan sifat tangguh yang luar biasa.
Hal ini seperti menunjukkan bahwa kurangnya dukungan emosional dapat membuat diri mereka memiliki semangat pantang menyerah yang besar untuk menghadapi tantangan hidup.
4) Terlalu mandiri
Orang dewasa yang kurang kasih sayang saat masih kecil sering kali biasanya sangat mandiri. Ketika kurang kasih sayang dan perhatian, anak-anak belajar untuk mengandalkan diri mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhannya.
Kemandirian ini sering kali terbawa hingga dewasa. Mereka cenderung menjadi inisiator, mampu mengambil tugas dan tantangan tanpa banyak dukungan.
5) Baperan
Baper atau bawa perasaan adalah kondisi di mana seseorang sangat sensitif terhadap perlakuan atau emosi orang lain sehingga menimbulkan empati atau bisa juga overthinking.
Anak-anak yang menerima sedikit kasih sayang sering kali menjadi orang dewasa yang sangat peka terhadap kondisi emosional orang lain, atau baperan.
Kepekaan ini dapat membuat mereka intuitif dan berempati, mampu menangkap perubahan sekecil apa pun dalam sikap atau nada bicara seseorang.
Namun, hal ini juga dapat membuat mereka mudah terpengaruh oleh emosi orang lain, mudah stres dan cemas.
6) Suka menyendiri
Mereka yang kurang kasih sayang saat kecil biasanya suka menyendiri. Ini bukan karena mereka tidak suka dengan orang lain, tetapi memang lebih nyaman saat sendiri.
Mereka telah terbiasa menghibur diri sendiri sejak dini dan menemukan kegembiraan dalam kesendirian. Hal ini berlanjut hingga dewasa.
Ini adalah sifat yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan menghargai saat-saat sepi.
7) Menghargai hubungan yang tulus
Orang yang kurang kasih sayang saat kecil biasanya sangat menghargai hubungan yang tulus di masa dewasa. Mereka menghargai seseorang yang benar-benar peduli kepadanya.
Persahabatan dan hubungan yang mereka bangun seringkali intens dan bermakna. Mereka menghargai kasih sayang dan cenderung berusaha keras untuk menjaga ikatan tersebut.
Demikianlah beberapa tanda yang muncul saat dewasa ketika seseorang kurang kasih sayang saat kecil.
Dengan mengenali kondisi tersebut, seseorang dapat memberikan empati dan perhatian untuk diri sendiri sehingga dapat mengantisipasi dampak negatif kurang kasih sayang saat kecil.
***
Tag: #ciri #orang #dewasa #yang #kurang #kasih #sayang #saat #kecil #biasanya #baperan #suka #menyendiri