Ingin Berat Badan Turun? Ahli Gizi Sarankan 5 Minuman Ini Setelah Makan Malam
Menurunkan berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dimakan, tetapi juga apa yang diminum, terutama pada malam hari.
Banyak orang terbiasa menikmati minuman tertentu untuk bersantai setelah makan malam. Namun, menurut para ahli gizi, pilihan minuman di waktu tersebut dapat mendukung atau justru menghambat upaya penurunan berat badan.
Melansir Eating Well (8/6/2026), beberapa minuman mengandung nutrisi yang dapat membantu menjaga kualitas tidur, mengontrol rasa lapar, hingga mendukung proses pembakaran lemak saat tubuh beristirahat.
"Beberapa minuman dapat membuat asupan kalori harian melampaui target, mengganggu tidur, atau secara langsung menghambat penurunan berat badan jika mengandung alkohol," kata ahli gizi Melissa Mitri, M.S., RD.
Baca juga: Sering Diejek karena Berat Badan, Wanita Ini Kini Jadi Tempat Bertanya soal Diet
Minuman untuk menurunkan berat badan
Berikut adalah sejumlah pilihan minuman yang dinilai lebih ramah bagi program penurunan berat badan.
1. Kefir
Kefir merupakan minuman fermentasi berbahan dasar susu yang memiliki rasa mirip yoghurt.
Menurut ahli gizi Lauren Manaker, M.S., RDN, LD, kefir mengandung protein dan probiotik yang sama-sama berperan dalam mendukung penurunan berat badan.
Satu cangkir kefir mengandung sekitar 9 gram protein. Nutrisi ini membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi keinginan ngemil pada malam hari.
Protein yang dikonsumsi sebelum tidur juga membantu menjaga kestabilan gula darah selama malam, sehingga tubuh lebih siap membakar lemak saat berpuasa semalaman.
Selain itu, kandungan probiotik pada kefir membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang dikaitkan dengan pengaturan berat badan yang lebih baik.
Meski begitu, para ahli menyarankan memilih kefir tanpa tambahan gula agar manfaatnya lebih optimal.
Baca juga: Selain Olahraga, Ini 4 Kebiasaan Ampuh Menurunkan Berat Badan
2. Air putih
Ilustrasi perempuan minum air putih. Menurut ahli gizi, beberapa minuman setelah makan malam dapat membantu mengendalikan rasa lapar, meningkatkan kualitas tidur, dan mendukung penurunan berat badan.
Pilihan paling sederhana ternyata juga menjadi salah satu yang paling direkomendasikan.
Mitri mengatakan air putih memang tidak secara langsung meningkatkan metabolisme pada malam hari, tetapi dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil.
"Sementara minum air pada malam hari tidak secara langsung meningkatkan metabolisme, air dapat membantu membuat Anda merasa kenyang dan mengurangi kebiasaan ngemil larut malam," ujarnya.
Ia menyarankan untuk membiasakan minum segelas air sebelum atau saat makan malam.
Jika bosan dengan air putih biasa, air berkarbonasi tanpa gula atau air berperisa tanpa pemanis bisa menjadi alternatif.
Baca juga: Berapa Berat Badan yang Aman Turun dalam Seminggu? Ahli Ingatkan Jangan Ekstrem
3. Teh hijau tanpa kafein
Teh hijau dikenal kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu antioksidan yang dikaitkan dengan pembakaran lemak tubuh.
Menurut Mitri, sejumlah penelitian menunjukkan orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang rutin berolahraga dan mengonsumsi teh hijau mengalami penurunan berat badan sedikit lebih besar dibanding mereka yang hanya berolahraga.
Meski demikian, untuk dikonsumsi pada malam hari, ia menyarankan memilih teh hijau tanpa kafein.
"Memilih versi tanpa kafein adalah pilihan ideal jika diminum mendekati waktu tidur, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein," kata Mitri.
4. Jus ceri asam
Jus ceri asam atau tart cherry juice sempat populer berkat tren minuman "sleepy girl mocktail" di media sosial.
Menurut Manaker, ada alasan ilmiah di balik popularitas tersebut. Jus ceri asam merupakan sumber alami melatonin, hormon yang membantu meningkatkan kualitas tidur.
Tidur yang cukup diketahui berperan penting dalam pengelolaan berat badan karena kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur rasa lapar, seperti ghrelin dan leptin.
Selain itu, jus ini juga mengandung polifenol dan antosianin yang memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi.
Karena kandungan gulanya cukup tinggi, para ahli menyarankan mencampurnya dengan air atau air berkarbonasi agar asupan gula tetap terkendali.
Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami Menurut Ahli, Mulai dari Jalan Kaki
5. Minuman fungsional
Minuman fungsional merupakan kategori minuman nonalkohol yang mengandung bahan tambahan yang dikaitkan dengan manfaat kesehatan, seperti probiotik, prebiotik, vitamin, mineral, maupun herbal tertentu.
Contohnya adalah soda prebiotik, kombucha, teh herbal, atau infused water.
Beberapa produk mengandung magnesium atau adaptogen seperti ashwagandha yang dikaitkan dengan penurunan stres dan kualitas tidur yang lebih baik.
Tidur yang cukup dan stres yang terkendali dapat membantu mendukung proses penurunan berat badan.
Meski begitu, para ahli mengingatkan untuk tetap memperhatikan kandungan gula tambahan dan kafein dalam produk yang dipilih.
Baca juga: Mandi Air Dingin Disebut Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Penjelasannya
Kebiasaan malam hari yang juga berpengaruh
Selain memilih minuman yang tepat, para ahli gizi menekankan pentingnya kebiasaan malam hari yang sehat.
Mitri menyarankan tidur lebih awal, mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur, menghindari kebiasaan ngemil larut malam, dan membatasi konsumsi alkohol.
Menurutnya, kualitas tidur yang baik berperan besar dalam mengatur hormon yang berkaitan dengan rasa lapar, metabolisme, dan berat badan.
Karena itu, minuman malam yang tepat sebaiknya tidak hanya rendah kalori, tetapi juga mendukung tidur yang berkualitas dan membantu tubuh beristirahat dengan optimal.
Tag: #ingin #berat #badan #turun #ahli #gizi #sarankan #minuman #setelah #makan #malam