Dermatolog Ungkap Teknik 30 Detik Mencuci Muka agar Kulit Lebih Glowing
- Banyak orang mencuci muka dengan terburu-buru, sekadar membasahi wajah, mengusap pembersih, lalu langsung membilasnya dalam hitungan detik.
Profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, Mona Gohara, MD menilai, kebiasaan ini jadi kesalahan yang dilakukan banyak orang.
Ada cara sederhana yang dapat membuat proses mencuci muka jauh lebih efektif, yakni teknik 30 detik.
Baca juga: 7 Mitos Menyesatkan Soal Mencuci Muka, Malah Merusak Kulit
Meski terdengar sepele, durasi ini dinilai cukup untuk membantu pembersih wajah bekerja maksimal tanpa merusak lapisan pelindung kulit.
Teknik 30 detik mencuci muka
Kesalahan yang sering dilakukan saat mencuci muka
Masalah paling sering justru berasal dari langkah paling dasar dalam rutinitas skincare, yakni cara mencuci muka.
Banyak orang menggunakan facial wash hanya selama beberapa detik sebelum langsung membilasnya.
Kebiasaan ini membuat kandungan aktif dalam pembersih wajah tidak memiliki cukup waktu untuk melarutkan minyak dan mengangkat kotoran secara optimal.
Akibatnya, residu makeup, tabir surya, dan polusi dapat tertinggal di permukaan kulit. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu berbagai masalah kulit seperti komedo, kusam, hingga jerawat.
Kesalahan ini sering kali tidak disadari karena wajah memang terasa segar setelah dibersihkan, padahal belum tentu benar-benar bersih.
Mengapa harus 30 detik?
Gohara menjelaskan, durasi sekitar 30 detik merupakan waktu ideal agar surfaktan dalam pembersih wajah dapat bekerja efektif.
“Hal itu memberi surfaktan dalam pembersih cukup waktu untuk mengikat minyak, kotoran, tabir surya, dan riasan sehingga benar-benar dapat mengangkatnya dari kulit,” jelasnya, dilansir Real Simple, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: 8 Cara Mencuci Muka yang Benar, Jangan Sampai Salah
Surfaktan adalah senyawa dalam pembersih wajah yang berfungsi mengikat minyak dan kotoran agar dapat terangkat saat dibilas.
Namun, durasi lebih lama bukan berarti lebih baik. Mencuci wajah terlalu lama atau menggosok terlalu keras justru bisa merusak skin barrier.
Menurut Gohara, durasi 30 detik merupakan titik ideal karena cukup lama untuk membersihkan wajah secara menyeluruh, tetapi tetap lembut bagi kulit.
“Jika kamu membilas terlalu cepat, bahan-bahan tersebut tidak memiliki kesempatan untuk melakukan tugasnya,” tambah Gohara.
Perubahan yang bisa terjadi pada kulit
Penerapan aturan sederhana ini ternyata dapat memberikan perubahan yang cukup terasa.
Sisa makeup tipis yang sebelumnya masih terlihat pada kapas toner setelah mencuci muka perlahan menghilang. Ini menunjukkan bahwa proses pembersihan berlangsung lebih optimal.
Kulit pun tampak lebih jernih dan bercahaya. Perubahan ini terjadi karena tidak ada lagi residu yang tertinggal dan berpotensi menyumbat pori-pori.
Bagi orang yang memiliki kulit rentan berjerawat, metode ini dinilai bisa memberi manfaat lebih besar karena membantu meminimalkan penumpukan kotoran penyebab breakout.
Cara menerapkan teknik 30 detik
Teknik ini tidak memerlukan produk mahal atau tambahan alat khusus. Kuncinya hanya terletak pada disiplin memberi waktu lebih lama saat membersihkan wajah.
Mulailah dengan membasahi wajah seperti biasa, lalu aplikasikan facial wash secukupnya. Setelah itu, pijat lembut seluruh permukaan wajah dengan gerakan melingkar selama sekitar 30 detik sebelum dibilas.
Agar lebih mudah, kamu bisa menghitung perlahan hingga 30 atau menggunakan timer.
Selain membantu membersihkan kulit lebih efektif, momen ini juga bisa menjadi bentuk perawatan diri sederhana di tengah rutinitas yang padat.
Meski terlihat kecil, perubahan kebiasaan ini dapat memberikan hasil yang cukup signifikan bagi kesehatan kulit dalam jangka panjang. Terkadang, langkah paling mendasar justru menjadi kunci dari rutinitas skincare yang efektif.
Baca juga: 5 Tanda Mencuci Muka Belum Bersih
Tag: #dermatolog #ungkap #teknik #detik #mencuci #muka #agar #kulit #lebih #glowing