Fenomena Fragtokers, Kreator Konten yang Ubah Cara Orang Memilih Parfum
Ilustrasi parfum.(Dok. Unsplash/Lera Ginzburg)
21:35
9 April 2026

Fenomena Fragtokers, Kreator Konten yang Ubah Cara Orang Memilih Parfum

– Cara orang memilih parfum kini tidak lagi sekadar berdasarkan aroma yang disukai, tetapi juga makin dipengaruhi oleh informasi yang lebih teknis.

Fenomena ini salah satunya didorong oleh munculnya fragtokers atau fragrance TikTokers, yaitu content creator di TikTok yang secara khusus membahas dunia parfum secara mendalam.

General Manager L’Oreal Luxe Division Indonesia Maria Adina mengatakan bahwa tren ini membuat konsumen semakin memahami berbagai aspek dalam parfum, mulai dari komposisi hingga performanya.

Baca juga: Aroma Unik: Mengapa Parfum Niche Mencuri Perhatian? 

“Jadi, fragtokers itu selalu bahas tentang SLP atau sillage, projection, dan longevity,” ujarnya dalam acara L’Oreal Brandstorm 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

Dari Sekadar Wangi ke Aspek Teknis

Maria menjelaskan bahwa ketiga istilah tersebut merujuk pada performa parfum, seperti seberapa lama aroma bertahan, seberapa jauh aromanya menyebar, serta jejak aroma yang ditinggalkan.

Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya perubahan dalam cara konsumen menilai parfum.

Jika sebelumnya parfum hanya dikategorikan sebagai wangi manis, segar, atau feminin, kini konsumen mulai membahasnya secara lebih detail.

“Sekarang orang sudah ngomongin top note, middle note, dan base note,” jelasnya.

Perubahan ini membuat diskusi tentang parfum menjadi lebih kompleks dan mendalam, tidak hanya berfokus pada kesan umum, tetapi juga pada komposisi dan karakter aroma.

Baca juga: Eau de Parfum vs Eau de Toilette, Mana yang Tahan Lama untuk Lebaran?

Didorong Konten Media Sosial

Tren ini tidak terlepas dari peran media sosial, khususnya TikTok, yang menghadirkan banyak kreator dengan pengetahuan mendalam tentang parfum.

Maria menilai bahwa para fragtokers memiliki pemahaman yang cukup detail mengenai bahan, teknologi, hingga karakteristik parfum.

“Influencer ini bisa menjelaskan fragrance secara sangat in-depth, dari ingredient sampai teknologi,” katanya.

Hal ini membuat konsumen semakin teredukasi dan memiliki referensi yang lebih luas sebelum memutuskan membeli parfum.

Tidak hanya itu, konten yang disajikan juga membuat parfum menjadi topik yang lebih menarik untuk dibahas, terutama di kalangan konsumen muda.

Baca juga: 5 Rekomendasi Parfum Tahan Lama di Outdoor, Harga di Bawah Rp 300.000

Mirip Tren Skincare

General Manager L?Oreal Luxe Division Indonesia Maria Adina dalam acara L?Oreal Brandstorm 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai General Manager L?Oreal Luxe Division Indonesia Maria Adina dalam acara L?Oreal Brandstorm 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

Maria menambahkan bahwa fenomena ini mirip dengan tren yang sebelumnya terjadi di kategori skincare.

Jika sebelumnya konsumen mulai memahami kandungan seperti hyaluronic acid atau niacinamide, kini pola yang sama juga terjadi pada parfum.

Menurutnya, konsumen kini tidak lagi hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memahami detail di balik produk yang digunakan.

Hal ini mendorong perubahan perilaku dalam memilih produk, dari yang sebelumnya berbasis preferensi sederhana menjadi lebih berbasis pengetahuan.

Baca juga: 8 Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama, Semprot Langsung ke Kulit

Pilihan Parfum Makin Personal

Selain lebih teknis, tren ini juga membuat penggunaan parfum menjadi lebih personal.

Konsumen tidak lagi terpaku pada satu jenis aroma, tetapi mulai menyesuaikan parfum dengan berbagai situasi.

Maria menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan meningkatnya minat terhadap personalisasi dalam penggunaan parfum.

Baca juga: 9 Tren Parfum 2026 yang Wajib Dicoba, dari Matcha hingga Vanila

Menurutnya, seseorang kini dapat memiliki beberapa pilihan aroma yang digunakan sesuai dengan momen atau aktivitas.

Fragrance sekarang disesuaikan dengan occasion. Mereka sekarang bicara tentang bagaimana fragrance memproyeksikan kepribadian tertentu,” tuturnya.

Dengan berkembangnya tren ini, parfum tidak lagi hanya dipandang sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri.

Tag:  #fenomena #fragtokers #kreator #konten #yang #ubah #cara #orang #memilih #parfum

KOMENTAR