5 Cara Mengurangi Screen Time Anak Tanpa Memicu Konflik
Ilustrasi anak main ponsel. Kebiasaan anak yang terus scrolling di ponsel bisa dikurangi secara bertahap dengan pendekatan yang tepat dari orang tua.(iStockPhoto/Orbon Alija)
17:05
2 April 2026

5 Cara Mengurangi Screen Time Anak Tanpa Memicu Konflik

Kebiasaan anak yang terus scrolling di ponsel kini menjadi perhatian serius, terutama karena fitur media sosial memang dirancang agar pengguna sulit berhenti.

Melansir BBC (27/3/2026), fitur seperti infinite scroll membuat anak terus terpaku pada layar tanpa disadari. Kondisi ini membuat banyak orangtua mencari cara efektif untuk mengurangi screen time anak tanpa memicu konflik di rumah.

Sejumlah pakar pun membagikan langkah sederhana yang bisa dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Bermain dan Tertawa Bersama Anak Tanpa Gadget Bantu Perkuat Hubungan Keluarga

1. Mulai dari langkah kecil dan realistis

Psikolog anak Dr Jane Gilmour menjelaskan bahwa mengubah kebiasaan tidak bisa dilakukan secara instan.

Menurutnya, banyak orangtua ingin langsung menghentikan penggunaan gadget, tetapi cara ini justru bisa memicu konflik.

“Mengubah kebiasaan memang selalu sulit,” kata Gilmour.

Ia menyarankan perubahan dilakukan saat kondisi tenang, bukan saat sedang berdebat. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menentukan satu tempat khusus untuk menyimpan gadget di rumah.

Misalnya, semua ponsel dikumpulkan di satu tempat saat tidak digunakan. Cara ini membantu anak memahami batas tanpa merasa dipaksa.

Baca juga: Penelitian Ungkap Pentingnya Waktu Bermain Ayah dan Anak

2. Ajak anak berdiskusi, bukan diperintah

Ilustrasi anak dan orangtua. Kebiasaan anak yang terus scrolling di ponsel bisa dikurangi secara bertahap dengan pendekatan yang tepat dari orang tua.freepik.com Ilustrasi anak dan orangtua. Kebiasaan anak yang terus scrolling di ponsel bisa dikurangi secara bertahap dengan pendekatan yang tepat dari orang tua.

Pendekatan yang melibatkan anak dinilai lebih efektif dibanding aturan sepihak.

Psikolog Dr Maryhan Baker menyebut remaja perlu diajak berbicara agar merasa dihargai. Ia juga mengingatkan bahwa media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial anak.

“Saya paham bahwa di situlah kamu terhubung dengan teman-temanmu,” ujar Baker.

Dengan memahami hal tersebut, orangtua bisa membuka diskusi tentang kapan waktu yang tepat untuk menggunakan gadget.

Hubungan yang baik antara orangtua dan anak juga akan memudahkan kerja sama dalam mengatur screen time.

Baca juga: Studi Ungkap Tertawa Bersama Anak Bantu Bangun Hubungan Emosional dengan Ayah

3. Gunakan screen time sebagai momen belajar

orangtua juga bisa memanfaatkan waktu layar sebagai sarana edukasi.

Parenting coach Olivia Edwards menyarankan agar orangtua mengajak anak memahami cara kerja media sosial.

Misalnya, menjelaskan bahwa aplikasi dibuat untuk membuat pengguna terus melihat konten. Diskusi seperti ini membantu anak lebih sadar terhadap kebiasaannya.

Dr Jane Gilmour juga menyarankan orangtua untuk mengevaluasi konten bersama anak. Dengan cara ini, anak belajar berpikir kritis terhadap apa yang mereka lihat di internet.

Baca juga: Studi Ungkap Jumlah Anak yang Dimiliki Berkaitan dengan Penuaan Biologis

4. Orangtua perlu memberi contoh

Anak cenderung meniru kebiasaan orangtua, termasuk dalam penggunaan gadget. Karena itu, perubahan tidak hanya berlaku untuk anak, tetapi juga orangtua.

Dr Maryhan Baker menyarankan agar orangtua jujur mengakui kebiasaan mereka sendiri. Pendekatan ini membuat komunikasi terasa lebih ringan dan tidak menggurui.

Selain itu, anak juga perlu belajar bahwa merasa bosan bukan hal yang buruk.

Menurut Gilmour, saat anak tidak menggunakan gadget, otak justru punya ruang untuk berpikir dan berimajinasi.

5. Tidak perlu panik, anak bisa beradaptasi

Meski banyak kekhawatiran tentang dampak media sosial, para ahli menekankan bahwa orangtua tidak perlu panik.

Dr Tony Sampson dari University of Essex menjelaskan bahwa otak anak memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Ia menyebut media sosial tidak merusak perhatian, tetapi lebih mengalihkan fokus pengguna.

“Media sosial tidak memperpendek atau merusak perhatian, tetapi mengalihkannya,” kata Sampson.

Dengan pendampingan yang tepat, teknologi tetap bisa digunakan untuk belajar dan berkembang.

Baca juga: WhatsApp Luncurkan Akun Khusus Anak, Begini Cara Setting Pengawasan Orangtua

Pendekatan bertahap jadi kunci

Para ahli sepakat bahwa mengurangi kebiasaan scrolling tidak harus dilakukan secara ekstrem.

Pendekatan bertahap, komunikasi yang terbuka, dan contoh dari orangtua menjadi kunci utama.

Dengan cara ini, anak tidak hanya mengurangi waktu layar, tetapi juga belajar menggunakan teknologi dengan lebih bijak.

Keseimbangan antara aturan dan pemahaman menjadi hal penting agar perubahan bisa berjalan lebih efektif.

Baca juga: Takut Gagal Jadi Orangtua, Psikolog Sebut Standar Parenting Kini Terlalu Tinggi

Tag:  #cara #mengurangi #screen #time #anak #tanpa #memicu #konflik

KOMENTAR