Viral Kasus Amsal Sitepu Diduga Mark Up Proyek Desa, Segini Tugas dan Gaji Ideal Videografer!
Sosok videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial.
Bukan karena karya sinematiknya, melainkan karena kasus Amsal Christy Sitepu yang sedang didakwa atas dugaan mark up anggaran pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo.
Kasus ini memicu perdebatan panas di kalangan pekerja kreatif. Banyak yang bertanya-tanya, apakah harga sebuah karya seni bisa dipatok oleh standar auditor pemerintah?
Duduk Perkara Kasus Amsal Sitepu
Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, Amsal Sitepu yang menjabat sebagai Direktur CV Promiseland diduga melakukan mark up anggaran pada tahun 2020 hingga 2022.
Amsal mengajukan proposal pembuatan video profil ke 20 desa di empat kecamatan (Tiganderket, Tigabinanga, Tigapanah, dan Namanteran) dengan harga Rp30.000.000 per desa.
Namun, hasil audit Inspektorat Kabupaten Karo menyatakan nilai yang wajar seharusnya hanya Rp24.100.000 per video. Selisih inilah yang dianggap sebagai kerugian negara.
Amsal Sitepu didampingi anggota Komisi III dari dapil Sumut, Hinca Panjaitan saat mengikuti rapat secara daring. [YouTube TVR Parlemen]Akibatnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Amsal dengan hukuman 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan uang pengganti Rp202 juta.
Sementara, Amsal Sitepu dengan tegas membela diri bahwa ia hanyalah pekerja ekonomi kreatif yang menawarkan jasa profesional melalui proposal resmi.
Ia menekankan bahwa komponen biaya seperti konsep, ide, editing, hingga penggunaan alat seperti clip-on adalah satu kesatuan karya intelektual yang sulit diukur hanya dengan hitungan angka teknis auditor.
Tugas dan Gaji Ideal Videografer
Kasus ini membuka mata publik mengenai profesi videografer yang ternyata memiliki cakupan kerja sangat luas dan kompleks.
Berikut adalah rincian tugas seorang videografer profesional:
- Konseptualisasi: Berkolaborasi dengan klien untuk menentukan visi, membuat brief, hingga menyusun sudut pandang kamera (angle).
- Pengoperasian Kamera: Memastikan teknis visual, mulai dari lensa hingga pencahayaan, berjalan sempurna.
- Perekaman Audio & Video: Bertanggung jawab penuh di lapangan agar hasil gambar dan suara berkualitas tinggi.
- Editing & Pascaproduksi: Mengolah rekaman mentah menggunakan perangkat lunak khusus.
- Color Grading & Efek: Memberikan sentuhan warna dan grafis agar video memiliki estetika tertentu.
Berapa Bayaran yang Wajar?
Bicara soal gaji atau bayaran, industri kreatif memang tidak memiliki patokan harga mati.
Hal ini bergantung pada jam terbang, peralatan yang digunakan, dan skala proyek.
Di Indonesia, gaji bulanan videografer umumnya mengantongi gaji Rp3.000.000 hingga Rp6.000.000.
Bagi videografer profesional atau spesialis, seperti wedding kelas atas, iklan komersial, atau pengguna drone profesional, pendapatan bisa melesat hingga Rp25.000.000 per bulan atau per proyek.
Risiko Kriminalisasi Pekerja Kreatif
Kasus yang menimpa Amsal Sitepu menjadi sinyal kuning bagi para pelaku industri kreatif.
Tanpa adanya standar harga yang jelas, perbedaan penilaian antara penyedia jasa dan auditor negara berisiko berujung pada tuduhan korupsi atau mark up.
Tag: #viral #kasus #amsal #sitepu #diduga #mark #proyek #desa #segini #tugas #gaji #ideal #videografer