Tetapkan 4 Batasan Ini dengan Mertua Saat Lebaran demi Keharmonisan
Ilustrasi Lebaran.(Google Gemini AI)
11:40
24 Maret 2026

Tetapkan 4 Batasan Ini dengan Mertua Saat Lebaran demi Keharmonisan

-  Bagi pasangan suami istri yang tinggal mandiri, momen liburan ini merupakan ujian kedewasaan karena harus menghadapi sanak saudara atau mertua yang mendadak berkunjung dan menginap lama.

Indonesia kental akan nilai kekeluargaan. Jadi, akan ada rasa sungkan yang membuat menantu sulit berkata "tidak" perihal mertua. Padahal, penting untuk menetapkan batasan. Bagaimana caranya?

Baca juga: Cara Aman Makan Opor dan Rendang saat Lebaran, Ini Tips dari Menkes

Cara menetapkan batasan dengan mertua saat Lebaran

1. Menyepakati aturan bertamu

Menurut ahli neuropsikologi yang berbasis di New York City, Amerika Serikat, Sanam Hafeez, PsyD, mertua yang bijak akan menghormati ruang pribadi anak dan menantunya agar hubungan tetap sehat.

“Diskusikan dan sepakati batasan terkait kunjungan, menginap, dan privasi pribadi," tutur Hafeez, dikutip dari Best Life, Senin (23/3/2026).

Diskusikan area mana yang sebaiknya tidak dimasuki oleh mertua, atau sepakati kapan mereka perlu berkabar sebelum berkunjung agar kamu dan pasangan bisa menyiapkan diri menjamu mereka.

Baca juga: Menjawab Pertanyaan Mengusik Privasi Saat Kumpul Keluarga dengan Humor

2. Mengatur frekuensi komunikasi agar silaturahmi tidak melelahkan

Interaksi yang terlalu sering juga bisa menyita waktu istirahat pasangan yang sudah kelelahan setelah berhari-hari menjamu tamu.

Terapis keluarga di JustAnswer, Jennifer Kelman, LCSW, menyarankan untuk membatasi intensitas panggilan telepon dan pesan ketika sedang sibuk.

“Demi kesehatan hubungan dengan pasangan, batasan ini perlu ditetapkan terlebih jika panggilan telepon sering terjadi dan pada waktu yang tidak tepat," kata Kelman.

3. Hindari intervensi keluarga dalam konflik internal rumah tangga

Kelelahan melakukan pekerjaan domestik, apalagi jika tidak ada asisten rumah tangga, rentan memicu adu mulut antara suami dan istri. Di budaya Indonesia yang guyub, mertua kerap merasa memiliki kewajiban untuk "menengahi" atau memberi nasihat yang justru terasa seperti intervensi.

Kelman memperingatkan, sekali batasan ini dilanggar, mertua akan terus merasa berhak memberi saran setiap kali muncul perbedaan pendapat antara suami istri.

Menolak campur tangan orangtua memang menantang, tetapi harus dilakukan. Kamu bisa coba berbicara ke mertua dengan nada lembut, tetapi tegas. Sampaikan bahwa kamu dan pasangan adalah dua orang dewasa yang perlu menyelesaikan sendiri masalahnya.

Baca juga: Waspada, 5 Tanda Calon Mertua yang Berpotensi Picu Konflik Hubungan 

4. Menjaga kenyamanan fisik saat silaturahmi

Batasan yang paling mendasar, tetapi sering terlupakan, adalah mengenai kenyamanan fisik diri sendiri.

“Ini adalah batasan terkait tubuhmu dan bagaimana kamu ingin disentuh. Misalnya, ini bisa mencakup apakah kamu nyaman dipeluk atau tidak,” jelas Gillis.

Hal ini bahkan dapat meluas ke preferensi fisik terkait anak-anak atau hewan peliharaan, seperti apakah kamu tidak keberatan membiarkan orang lain menggendong atau memeluk mereka.

Menegaskan batasan ini bukan berarti tidak hormat, melainkan bentuk penjagaan terhadap kenyamanan diri.

Namun, perlu diingat bahwa batasan ini dibuat bukan untuk memutus tali silaturahmi, melainkan untuk menciptakan ruang yang nyaman bagi semua pihak agar rasa hormat dan kasih sayang bisa terus terjaga tanpa rasa tertekan.

Baca juga: 7 Kalimat Toxic Mertua yang Berdampak Pada Mental, Apa Saja?

Tag:  #tetapkan #batasan #dengan #mertua #saat #lebaran #demi #keharmonisan

KOMENTAR