Mengapa Mimpi Terasa Lebih Intens Saat Cuaca Panas?
- Bangun tidur setelah mengalami mimpi yang terasa sangat nyata selalu menjadi pengalaman yang aneh, karena adanya perubahan momen dari dunia mimpi ke dunia nyata.
Sesekali bermimpi aneh merupakan hal yang wajar dialami semua orang. Namun, ada masa-masa tertentu ketika mimpi terasa jauh lebih intens, sampai membuatmu terbangun dalam kondisi lebih lelah dibandingkan saat hendak tidur.
Stres, kecemasan, dan konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, diketahui dapat meningkatkan frekuensi mimpi semacam ini.
Namun, dikutip dari Stylist.co.uk, Minggu (18/1/2026), ada satu pemicu lain di luar deretan faktor sebelumnya, yang sering tidak disadari tetapi dapat membuat mimpi menjadi semakin liar, yaitu cuaca panas ekstrem atau gelombang panas.
“Saya sering mendengar dari banyak orang bahwa mimpi mereka terasa lebih aneh, lebih jelas, atau lebih intens secara emosional, saat cuaca panas. Dan sebenarnya, ada alasan fisiologis di balik hal itu,” jelas pakar tidur dari merek perlengkapan tidur Panda London, Dr. Seeta Shah.
Mengapa mimpi menjadi lebih jelas saat cuaca panas ekstrem?
ilustrasi suhu panas. Studi terbaru menunjukkan fluktuasi suhu harian ekstrem akibat perubahan iklim bisa naikkan risiko penyakit dan kematian 80 persen populasi dunia.
Alasan mengapa mimpi terasa lebih jelas dan intens selama cuaca panas ekstrem berkaitan erat dengan hubungan antara suhu tubuh dan tahapan tidur.
Saat tidur, suhu tubuh secara alami akan turun sekitar satu derajat celsius. Ini merupakan sinyal bagi otak bahwa sudah waktunya beristirahat.
“Namun, saat terjadi gelombang panas, terutama pada malam hari yang lembap ketika suhu hampir tidak turun, proses pendinginan ini terganggu," ucap Shah.
"Tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengatur suhu, dan kondisi ini dapat menyebabkan tidur menjadi gelisah atau terfragmentasi," sambung dia.
Dalam kondisi panas, seseorang juga lebih rentan mengalami micro-awakenings, yaitu momen singkat ketika tubuh berada dalam kondisi setengah sadar.
Shah menjelaskan, kondisi ini terutama terjadi saat fase REM (rapid eye movement), yaitu fase tidur ketika mimpi muncul.
“Karena kita lebih sering terbangun pada fase ini, kita jadi lebih mungkin mengingat mimpi secara detail. Dan karena otak berada dalam tekanan panas ringan, mimpi-mimpi tersebut bisa menjadi lebih terfragmentasi, surealis, dan sarat emosi,” ucap dia.
Cara "menenangkan" mimpi saat cuaca panas ekstrem
Ilustrasi kamar tidur dengan warna cat hijau.
Mimpi yang terasa lebih jelas saat gelombang panas terjadi karena tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap sejuk. Kondisi ini meningkatkan stres dan mengganggu kualitas tidur.
Untuk menguranginya, fokus utamanya adalah menjaga lingkungan tidur, atau setidaknya tubuh, tetap sedingin mungkin.
Tutup gorden pada siang hari
Shah menyarankan agar tirai atau gorden kamar tidur tetap tertutup pada siang hari guna mencegah panas menumpuk di dalam ruangan.
“Bukalah tirai hanya ketika udara di luar lebih sejuk dibandingkan di dalam,” kata dia.
Nyalakan kipas angin pada sore hari
Pada sore hari, sirkulasi udara dapat ditingkatkan dengan meletakkan kipas angin di dekat jendela terbuka, untuk mengedarkan udara yang lebih sejuk dari luar ke dalam kamar.
Pakai perlengkapan tidur yang menyerap keringat
Dari sisi perlengkapan tidur, Shah menyarankan penggunaan bahan yang ringan dan mudah menyerap keringat, seperti katun atau linen.
Selimut tebal sebaiknya diganti dengan duvet paling tipis yang dimiliki atau diganti sepenuhnya dengan selimut musim panas.
“Salah satu metode yang efektif dan sering digunakan di daerah beriklim panas adalah dengan sedikit membasahi seprai atau handuk berbahan katun, lalu menggunakannya sebagai seprai. Cara ini membantu mendinginkan kulit saat kelembapan menguap,” ungkap Shah.
Ilustrasi seprai.
Mandi pakai air hangat
Upaya menjaga tubuh tetap sejuk tidak hanya dilakukan saat malam hari. Kebiasaan sebelum tidur juga berperan besar dalam menentukan kualitas istirahat.
“Mandi dengan air hangat suam-suam kuku dapat membantu menurunkan suhu inti tubuh secara bertahap,” jelas Shah.
Sementara itu, mandi dengan air dingin malah dapat memicu tubuh menghasilkan lebih banyak panas.
Jaga tubuh tetap terhidrasi
Menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari juga penting, meski sebaiknya tidak minum dalam jumlah besar menjelang tidur agar tidak sering terbangun untuk ke kamar mandi.
“Beberapa jam sebelum tidur, sebaiknya juga menghindari alkohol, kafein, dan makanan berat, karena semuanya dapat meningkatkan suhu tubuh dan mengganggu kualitas tidur,” ujar Shah.
Tag: #mengapa #mimpi #terasa #lebih #intens #saat #cuaca #panas