Siapa Saja yang Boleh Coba Perawatan Dermal Injector? Ini Kata Dokter
Ilustrasi treatment untuk membersihkan sel kulit mati dan menutrisi wajah menggunakan mesin Geneo X.(Dok Regenesis)
08:20
15 Januari 2026

Siapa Saja yang Boleh Coba Perawatan Dermal Injector? Ini Kata Dokter

– Dermal injector menjadi salah satu metode perawatan kulit yang semakin diminati karena mampu memasukkan serum langsung ke lapisan kulit secara merata. 

Treatment ini dikenal efektif untuk membantu menghidrasi kulit, memperbaiki tekstur, hingga mengatasi masalah seperti flek hitam dan tanda-tanda penuaan dini.

Namun, seperti halnya prosedur estetika lainnya, dermal injector tidak bisa dilakukan secara sembarangan. 

Aesthetic Doctor dari Dermies Max, dr. Gunung Mansell, menegaskan bahwa dermal injector harus selalu dilakukan berdasarkan hasil konsultasi medis terlebih dahulu.

“Dermal injector itu boleh dilakukan sejak usia 17 tahun ke atas, tapi tentu harus berdasarkan konsultasi dokter,” kata dr.Gunung dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).

Berikut ini enam kelompok atau kondisi yang boleh mencoba treatment dermal injector, beserta catatan penting yang perlu diperhatikan.

1. Remaja dan dewasa muda usia 17 tahun ke atas

Dermal injector dapat dilakukan sejak usia 17 tahun, asalkan sudah melalui konsultasi dengan dokter. 

Pada usia ini, kulit umumnya masih dalam kondisi baik, tetapi beberapa orang mulai mengalami masalah seperti kulit kering, kusam, atau bekas jerawat ringan.

Dengan dermal injector, serum dapat dimasukkan langsung ke lapisan kulit untuk membantu memperbaiki kondisi tersebut. 

Namun, dokter akan menilai terlebih dahulu apakah perawatan ini memang dibutuhkan atau cukup dengan perawatan topikal saja.

Batas usia ini juga menegaskan pentingnya pendampingan medis, agar treatment yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kulit dan tidak berlebihan.

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

2. Mereka yang ingin perawatan lebih maksimal

Dokter Gunung menjelaskan, jenis serum yang dimasukkan ke dalam kulit bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

“Serum yang dimasukan ke lapisan kulit juga bisa DNA Salmon, atau serum lainnya untuk menghidrasi hingga mengatasi flek hitam,” ujarnya.

Dermal injector cocok bagi mereka yang ingin memaksimalkan manfaat serum tertentu, seperti DNA Salmon untuk perbaikan kualitas kulit atau serum hidrasi untuk mengatasi kulit kering. 

Selain itu, ada pula serum yang difokuskan untuk membantu mengurangi flek hitam dan meratakan warna kulit.

Fleksibilitas pemilihan serum ini membuat dermal injector menjadi perawatan yang cukup personal, karena dapat disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu.

3. Mencegah penuaan dini

Dermal injector juga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pencegahan penuaan dini. Menurut dr.Gunung, penuaan adalah proses alami yang tidak bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan perawatan yang tepat.

“Penuaan itu pasti ya, jadi kalau bisa dicegah sedini mungkin dengan perawatan yang sesuai kebutuhan,” katanya.

Dermal injector tidak hanya untuk mereka yang sudah mengalami tanda penuaan, tetapi juga bagi yang ingin menjaga kualitas kulit sejak dini. 

4. Tidak sedang infeksi atau jerawat besar

Meski banyak manfaatnya, dermal injector tidak dianjurkan untuk semua kondisi kulit. Ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak menjalani treatment ini.

“Kalau kondisi kulit yang tidak dianjurkan untuk dermal injector biasanya jika sedang ada jerawat yang besar, infeksi, atau sedang mengidap herpes,” ungkap dr.Gunung.

Pasien yang boleh mencoba dermal injector adalah mereka yang kondisi kulitnya tanpa infeksi aktif, tanpa jerawat besar yang meradang, dan tidak sedang mengalami penyakit kulit menular seperti herpes.

Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran infeksi dan menghindari risiko komplikasi pasca tindakan.

5. Mereka yang tidak memiliki luka terbuka 

Adanya luka terbuka di kulit juga menjadi alasan untuk menunda treatment dermal injector.

“Selain itu, kulit yang sedang ada luka juga tidak dianjurkan, karena harus penyembuhan dulu lukanya agar aman dan tidak terkontaminasi bakteri,” ujar dr.Gunung.

Mereka yang boleh mencoba dermal injector adalah orang dengan permukaan kulit yang utuh dan tidak mengalami luka. 

Luka terbuka dapat menjadi pintu masuk bakteri sehingga meningkatkan risiko infeksi jika langsung dilakukan injeksi.

Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk menunggu hingga luka benar-benar sembuh sebelum menjalani perawatan ini.

6. Mereka yang tidak sedang hamil

Ibu hamil sebaiknya tidak menjalani treatment dermal injector. Larangan tersebut bersifat preventif demi menjaga keamanan janin. Meski belum tentu menimbulkan efek langsung, kehati-hatian tetap diutamakan dalam dunia medis, terutama yang berkaitan dengan kehamilan.

Pentingnya konsultasi sebelum dermal injector

Usia, kondisi kulit, jenis serum yang akan digunakan, hingga riwayat kesehatan harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan.

Dermal injector bukan sekadar perawatan kecantikan biasa, tetapi prosedur medis yang melibatkan injeksi serum ke dalam lapisan kulit. Maka dari itu, kehati-hatian dan ketepatan indikasi menjadi kunci utama.

Selain itu, dokter juga dapat menyesuaikan jenis serum sesuai kebutuhan, apakah untuk hidrasi, perbaikan tekstur, pencegahan penuaan, atau mengatasi flek hitam.

Tag:  #siapa #saja #yang #boleh #coba #perawatan #dermal #injector #kata #dokter

KOMENTAR