Solusi Bertahan Hidup di Kota dengan Harga yang Serba Tinggi
- Biaya hidup yang terus meningkat membuat banyak orang harus lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.
Di tengah kebutuhan hidup yang serba mahal, mindful consumption dinilai sebagai salah satu solusi bertahan di tengah biaya hidup yang serba tinggi.
"Mindful consumption adalah ketika kita sadar dalam mengonsumsi apapun, baik itu konsumsi belanja barang, servis, maupun yang sifatnya konsumsi misalnya berita dan media sosial.”
Hal tersebut dituturkan oleh pemilik SARE Studio dan kreator konten conscious fashion, Cempaka Asriani, saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Konsep ini menekankan pentingnya kesadaran dalam setiap keputusan konsumsi. Belanja memang tidak dilarang, tetapi perlu dilakukan berdasarkan alasan yang jelas dan relevan dengan kebutuhan.
Solusi bertahan hidup di tengah biaya hidup yang serba naik
Mengubah kebiasaan kecil agar lebih hemat
Ada beberapa kebiasaan kecil dalam gaya hidup yang mungkin terkesan sepele, tetapi dapat memengaruhi kondisi finansial seseorang, yaitu nongkrong di kafe.
Menurut Cempaka, kebiasaan konsumsi seperti membeli kopi setiap hari, tidak seharusnya dianggap wajar. Bahkan, kebiasaan ini perlu dievaluasi.
"Misalnya kebiasaan ngopi di kafe, atau beli kopi susu setiap hari. Itu kan sebenarnya perlu kita pertanyakan lagi, apakah kita perlu atau enggak," ujar dia.
Perihal, ada banyak alternatif yang bisa diperimbangkan agar pengeluaran tidak membengkak. Misalnya dengan mengonsumsi kopi saset yang diseduh sendiri di rumah
Harganya tentu jauh lebih murah daripada kamu jajan kopi di kafe, mengingat harga kopi di kafe lebih mahal karena mereka harus membayar biaya sewa tempat, karyawan, dan lain sebagainya.
"Saya rasa, sebuah gaya hidup atau sebuah perilaku, jadinya penting banget di era sekarang yang memang lebih sulit secara ekonomi," papar Cempaka.
Menahan diri dari keputusan uang yang berisiko
Selaras dengan Cempaka, Perencana keuangan senior sekaligus Ketua Asosiasi Perencana Keuangan IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, setuju dengan penerapan mindful consumption di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Ia menambahkan, mindful consumption juga berarti masyarakat harus menahan diri dari keputusan uang yang berisiko, terlepas apakah mereka masih melajang atau sudah berkeluarga.
"Hindari utang, utang konsumtif, yang bunga tinggi itu jangan dilakukan. Kemudian, jangan terlalu berspekulasi dengan investasi berisiko tinggi, terutama kalau untuk jangka pendek," ucap Aidil saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Dana darurat jadi prioritas
Dalam kondisi ekonomi seperti ini, dana darurat menjadi fondasi utama sebelum memikirkan tabungan atau investasi lain.
Alih-alih mengeluarkan uang untuk membeli hal-hal yang kurang penting, seperti barang atau jasa baru untuk sekadar mengikuti tren, sebaiknya uang dialihkan ke dana darurat.
Nominal dana darurat disesuaikan dengan berapa yang akan dibutuhkan sepanjang rentang waktu tertentu, jika terjadi apa-apa.
Ketika sudah menentukan nominalnya, atur berapa banyak yang akan kamu sisihkan dari gaji bulanan, dan berapa lama kamu perlu menyisihkannya, untuk mencapai nominal dana darurat yang sudah kamu tentukan di awal.
"Gunanya dana darurat adalah mempersiapkan dana taktis. Kalau terjadi apa-apa, kita enggak perlu sampai jual aset," terang Aidil.
"Dana darurat tidak hanya dipakai kalau ada yang sakit, tabrakan, atau ada yang kenapa-kenapa. Kalau ada PHK, penghasilan tiba-tiba tidak ada, itu contoh ekstrem," lanjut dia.
Atur ulang prioritas
Setiap manusia memiliki prioritas dalam cara mereka mengeluarkan uang. Ada yang menaruh kebutuhan rumah sebagai prioritas utama, ada pula yang menjadikan kendaraan pribadi sebagai prioritas utama.
Apa pun yang menjadi prioritasmu saat ini, sebaiknya diatur ulang di tengah biaya hidup serba naik. Pertimbangkan dengan sangat ketat, apa saja yang perlu dijadikan prioritas utama.
Menurut Aidil, apa yang harus diutamakan saat ini, yang pengeluarannya tidak bisa diganggu gugat, adalah makan dan tempat tinggal karena menyangkut hidup.
Bagi yang sudah punya anak, pendidikan juga masuk ke dalam prioritas penting tersebut. Namun, pendidikan juga perlu dipertimbangkan.
Tag: #solusi #bertahan #hidup #kota #dengan #harga #yang #serba #tinggi