Pertama Kali, Pemimpin HTS Al-Julani Kecam Israel yang Luncurkan Serangan Udara di Suriah
Pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Mohammad al-Julani. 
08:00
15 Desember 2024

Pertama Kali, Pemimpin HTS Al-Julani Kecam Israel yang Luncurkan Serangan Udara di Suriah

Mohammed al-Julani, pemimpin aliansi oposisi bersenjata, Hayat Tahrir al-Sham (HTS), mengomentari serangan Israel baru-baru ini di Suriah.

Israel dengan leluasa mengebom sejumlah wilayah di Suriah setelah jatuhnya kekuasaan Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah digulingkan oleh oposisi.

"Israel telah melanggar aturan pertempuran. Dalih yang digunakan Israel telah berakhir," kata al-Julani, Sabtu (14/12/2024), mengomentari serangan udara Israel di wilayah Suriah dalam beberapa hari terakhir.

Sekitar 400 serangan udara Israel dalam beberapa hari terakhir telah menghancurkan banyak aset tentara Suriah.

Ia mengecam serbuan pasukan Israel ke Suriah selatan, namun menekan situasi saat ini memang tidak bisa dihindari.

“Israel jelas telah melewati batas keterlibatan di Suriah, yang mengancam eskalasi konflik yang tidak dapat dibenarkan," katanya.

Di sisi lain, ia mengatakan Suriah tidak bisa terlibat dalam konflik baru karena mereka telah kelelahan.

"Situasi Suriah yang melelahkan setelah bertahun-tahun perang dan konflik tidak memungkinkan terjadinya konflik baru," katanya.

Al-Julani mengatakan prioritas oposisi saat ini adalah membangun kembali kestabilan di Suriah.

“Prioritas pada tahap ini adalah pembangunan kembali dan stabilitas, dan tidak terlibat dalam konflik yang dapat menyebabkan lebih banyak kehancuran," katanya, seperti diberitakan Aawsat.

Menurutnya, Suriah sudah sangat menderita selama lebih dari 50 tahun di bawah rezim Assad, termasuk kemerosotan ekonomi yang parah.

Ia juga meminta komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi dan memikul tanggung jawab terkait eskalasi ini.

Pemimpin HTS itu menekankan pentingnya mengendalikan situasi di kawasan dan menghormati kedaulatan Suriah.

"Solusi diplomatik adalah satu-satunya cara untuk menjamin keamanan dan stabilitas, jauh dari petualangan militer yang tidak diperhitungkan," tegasnya.

Jatuhnya Rezim Assad

Rezim Assad dari Partai Ba'ath runtuh pada 8 Desember 2024, setelah oposisi bersenjata mengumumkan keberhasilannya merebut ibu kota Suriah, Damaskus.

Sebelumnya, aliansi oposisi bersenjata, Hayat Tahrir al-Sham (HTS), meluncurkan serangan pada 27 November 2024 di Idlib, hingga berhasil merebut kota Aleppo, Hama, Homs, dan Damaskus dalam waktu kurang dari dua minggu.

Pemimpin HTS, Abu Muhammad Al-Julani, mendeklarasikan runtuhnya rezim Assad melalui pidato di Damaskus pada Minggu (8/12/2024).

Assad dan keluarganya dikabarkan kabur ke luar negeri, namun keberadaannya belum diketahui.

Runtuhnya rezim Assad adalah buntut dari perang saudara di Suriah yang berlangsung sejak 2011 ketika rakyat Suriah menuntut turunnya Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Iran mulai membantu rezim Assad pada 2011 dan Rusia mulai terlibat pada tahun 2015.

Pertempuran sempat meredup pada 2020 setelah Rusia dan Turki menengahi perjanjian gencatan senjata antara rezim Assad dan oposisi di Idlib, sebelum meletus lagi pada 27 November lalu.

Bashar al-Assad berkuasa sejak 2000, setelah meneruskan kekuasaan ayahnya, Hafez al-Assad yang berkuasa pada 1971-2000.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Editor: Garudea Prabawati

Tag:  #pertama #kali #pemimpin #julani #kecam #israel #yang #luncurkan #serangan #udara #suriah

KOMENTAR