Netanyahu Beri Kewenangan Tambahan ke Delegasi Israel, Hamas: Negosiasi Terjebak di Lingkaran Setan
Kerabat dan pendukung sandera Israel yang ditahan di Gaza sejak serangan militan Hamas pada 7 Oktober, memegang plakat selama demonstrasi di Tel Aviv, pada 26 Maret 2024, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza antara Israel dan gerakan militan Palestina Hamas. 
00:10
5 April 2024

Netanyahu Beri Kewenangan Tambahan ke Delegasi Israel, Hamas: Negosiasi Terjebak di Lingkaran Setan

Radio Tentara Israel, Kamis (4/4/2024) melaporkan, Kabinet Perang Israel memberikan wewenang tambahan kepada delegasi mereka dalam perundingan pertukaran tahanan dengan pihak Hamas di Kairo.

Pemberian kewenangan tambahan itu dilaporkan terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan keluarga tentara wanita yang ditahan di Gaza.

Dua hari lalu, kantor Netanyahu mengatakan, delegasi perundingan Israel telah mencapai kesepakatan dengan para mediator di Kairo mengenai proposal baru yang akan diajukan ke Hamas.

Kantor Netanyahu menyatakan, "Dalam kerangka pembicaraan dan dengan mediasi konstruktif dari Mesir, para mediator menyusun proposal yang dimodifikasi untuk gencatan senjata di Gaza dan pembebasan tahanan."  

Pernyataan  itu menambahkan, “Israel mengharapkan para mediator untuk menekan Hamas lebih keras untuk mencapai kesepakatan.”

Sebuah kendaraan bus Palang Merah yang membawa sandera Israel tiba di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 30 November 2023. Sebuah kendaraan bus Palang Merah yang membawa sandera Israel tiba di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 30 November 2023. (AFP)

Hamas: Negosiasi Terjebak di Lingkaran Setan

Di sisi lain, Osama Hamdan, pemimpin gerakan Hamas, menegaskan belum ada kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata di Gaza meskipun ada fleksibilitas yang ditunjukkan oleh gerakan pembebasan Palestina tersebut.

Ia berkata, "Sejauh ini belum ada kemajuan dalam perundingan, namun malah terhenti...walaupun terdapat fleksibilitas positif yang tinggi yang ditunjukkan oleh gerakan Hamas dalam perundingan tersebut."

Hamdan mengatakan Netanyahu justru memberikan hambatan yang menghalangi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan.

Dia menuding Netanyahu “tidak tertarik” untuk membebaskan sandera Israel.

“Pemerintah Pendudukan masih mengelak, dan negosiasi terjebak dalam lingkaran setan,” kata Hamdan pada konferensi pers yang diadakan di Beirut.

Upaya Mesir dan Qatar, yang didukung oleh Amerika Serikat, sejauh ini gagal mencapai gencatan senjata.

Meskipun Hamas menginginkan perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri serangan militer Israel, Israel lebih memilih kesepakatan pembebasan tawanan dan sandera, dan menolak berkomitmen untuk mengakhiri agresi militernya.

Di Gaza, pemboman Israel terus menargetkan wilayah kantong Palestina, menewaskan 62 orang dalam 24 jam terakhir, kata Kementerian Kesehatan Wilayah tersebut.

Militer Israel membebaskan 101 warga Palestina yang ditahan oleh pasukan IDF selama serangan darat dalam beberapa minggu dan bulan terakhir.

Para tahanan, banyak di antaranya mengeluhkan perlakuan buruk di penjara-penjara Israel, dibebaskan melalui Penyeberangan Karm Abu Salem ke Jalur Gaza selatan.

Lebih dari 33.037 warga Palestina telah tewas dan 75.668 lainnya terluka dalam serangan militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan Gaza dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Pengeboman dan invasi Israel ke Gaza terjadi setelah serangan pimpinan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel dan orang asing, dengan lebih dari 250 orang diculik di Gaza sebagai sandera, menurut penghitungan Israel.

Namun, Haaretz mengungkap bahwa helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh banyak dari 1.139 tentara dan warga sipil Israel yang diklaim oleh Israel telah dibunuh oleh Perlawanan Palestina.

(oln/khbrn/memo/*)
 

Tag:  #netanyahu #beri #kewenangan #tambahan #delegasi #israel #hamas #negosiasi #terjebak #lingkaran #setan

KOMENTAR